Sore ini baru saja aku mendapatkan tugas liputan yang membuat keningku sedikit berkerut, 4 tahun sebagai fotograper sekaligus kameraman politik, hukum dan kriminal di media online tempatku bekerja, baru kali ini aku ditugaskan meliput sebuah acara kesenian, “Konser Karawitan Muda Indonesia”, Mahluk apa ini…??
Minatku terhadap seni bukan tidak ada, sejak masih menjadi Mahasiswa Jurnalistik di Universitas Padjajaran Bandung, aku sempat gandrung dengan seni, dari mulai aktif di teater Rumentang Siang, meliput pameran lukisan, nongkrong dengan berbagai komunitas tari kontemporer, sampai berteman akrab dengan para seniman lukis dan tari kota Bandung aku jalani dengan happy. Tapi sejak masuk dunia kerja sebagai fotographer & Videographer 6 tahun lalu, pergaulanku dengan seni nyaris aku tinggalkan. Tugas pertamaku di HU. Kompas sebagai fotographer politik dan kriminal membuat aku lebih sering menghadiri konferensi pers di Istana Negara, mengejar nara sumber di gedung DPR atau nongkrong di kantor kepolisian untuk mengambil gambar tersangka pelaku kriminal. Aku hampir lupa bagaimana cara mengambil gambar sebuah acara musik, akh…membingungkan. Aku segera menuju tempat parkir karyawan di lantai bawah sambil tetap berusaha berpikir cara mengalihkan tugas ini.
Keesokan paginya, aku memutuskan untuk menemui Bang Arya, redaktur ku diruangannya. Pintu ruangan Bang Arya aku ketuk perlahan, “Yup…masuk…” jawab Bang Arya dari dalam. Aku lihat Bang Arya sibuk memilah beberapa buah foto yang tergeletak berserakan di mejanya, dia meliriku lalu tersenyum, “Halo Bro,…kebetulan…Gua lagi sedikit kebingungan nih…”sapa nya, “Sama Bang…” Balasku sambil tersenyum, “Akhh…loe mah, sebelum loe cerita bingung versi loe bantuin Gua dulu ya…”. Beberapa saat kemudian kami asyik berdiskusi tentang materi foto yang ada untuk tampilan di rubrik wanita dan life style, kurang lebih 10 menit diskusi kami selesai dengan keputusan bijak.
“Oke, sekarang giliran bingung versi loe…? “, Bang Arya memulai pembahasan kedatangan ku.
“Gini bang, ane udah dapat Breakdown tugas untuk minggu depan nih, tapi kok ane dilempar ke Seni dan Budaya, apa ngga salah…?”
“Owhh…jadi loe udah terima breakdown tugas dari Risya…?...sorry, mestinya gua yang ngasih dan gua harusnya jelasin ke loe kemarin…tapi loe tau kan, kemarin sore gua dipanggil Pak Akbar ke lantai 4 dan so many problem there…mereka pengen mulai maksimalin monetize channel youtube lah, pengen up posisi kita di search engine lah, pengen penguatan di rubrik baru lah, pengen kerjasama dengan beberapa pengiklan baru lah…bla…bla…bla… ”Jelas Bang Arya sambil sedikit tampak kesal.
“Terus gimana dengan skuad Bang…?”tanyaku.
“Nah…loe ngerti tuh problemnya…otomatis kita perlu tambahan skuad kan, di tim ini sekarang cuma loe dan Bagas yang Gua anggap udah mumpuni dan bisa pegang lebih dari 3 rubrik, sementara rubrik baru yang diminta 4 biji bro…rubrik Human Interest, rubrik Komoditi Export Import, rubrik Laut dan Alam, terakhir rubrik Pariwisata, and you know… yang bikin senewen abis adalah, sementara ngga ada acara rekrutmen…gile ngga tuh…” Bang Arya sedikit sewot.
“Jadi sekarang Ane pegang Politik, Hukum Kriminal dan Seni Budaya Bang…?”Aku mencoba menegaskan.
“No…tambah satu lagi, rubrik Komoditi Export Import…” Jelasnya lagi.
“What…!?...” aku kaget.
“Ya…mau ngga mau Bro, karena loe tau kan Bagas pegang olahraga, wanita & life style, plus Entertainmen, sekarang Gua tambah dengan Human Interest, terus Gua paksain Nunik pegang Pariwisata, sementara ini Gua ngga punya pilihan lain untuk Laut & Alam selain maksain Bejo bantuin kita”
“Wah…Bejo kan IT Bang…?...kalo Nunik sih masih bisa kayaknya, dia Jurnalis juga basic nya, tapi Bejo, apa ngga resiko Bang…??”
“Gua ngga punya pilihan sementara ini bro, lagian yang Gua tau si Bejo punya vlog tentang perjalanan dia ke beberapa pantai dan gunung, kita bisa minta dia buatin kayaknya…daripada Gua tambahin ke elu…pecah pala loe nanti…hehehe…”
“Jangan lah Bang, itu mah nyiksa Ane dooonk…” Jawabku sambil nyengir
“Nah…justru itu…terus, kayaknya awal bulan depan loe udah harus terbang ke Pasaman Sumbar bro…karena rubrik Komoditi Export Import edisi pertama ngangkat minyak Nilam, Kab. Pasaman itu salah satu Kabupaten Penghasil minyak Nilam yang sudah di Export ke beberapa Negara…”Bang Arya menjelaskan panjang lebar yang membuat aku sedikit suntuk.
“Beuh…gile nih Bang, Ane mesti recharge kepala yang kecil ini dengan dua hal yang selama ini jauh dari apa yang biasa Ane pikirin…” Jawabku setengah mengeluh.
“Jangan ngeluh gitu dong bro…Gua jadi ngga enak nih…”
“Bukan ngeluh sih Bang, pertanyaan gede nya…apa Ane sanggup…?” tanyaku lagi.
“Ayolah bro…Seorang Mahesa Sadewa yang sudah malang melintang di dunia foto & videografi masa ngga sanggup ngeliput hal sederhana kayak gitu…??... itu mah buat Loe receh kali bro…”Papar Bang Arya menyemangati aku sambil sedikit meledek.
“Akh…Bang Arya lebay banget akh…” Jawabku sambil nyengir kuda.
“Lah...bener kan, Loe terbiasa ngeliput hal yang lebih kompleks dari ini bro...”
“Itu dia maksud ane Bang, Ane udah nyaris lupa dengan cara meliput bidang diluar apa yang selama ini ane kerjain...” jawab aku lagi.
“itu cuma pikiran loe aja bro, gua yakin loe paham apa yang mesti dilakukan lah...lagian gua serius nih ya bro…sekarang ini gua ngandelin loe banget, loe tau lah Bagas gimane, nara sumber lah di baperin, artis di baperin, segala macam dia mah dibaperin, gua yang puyeng dengan hasil kerjaan dia yang subjektif banget…ya emang…salah gua juga nyimpen dia di rubrik yang bikin penyakit bapernya kambuh… ” jelas Bang Arya dengan sedikit curhat tentang Bagas.
“Ga punya pilihan lain kan Bang...?” tegasku
Bang Arya mengangkat kedua tangan dan bahunya dengan gestur pasrah.