"Dengan merasakan kepala yang berdenyut akibat miras, aku dengar suara laura disini apa ini akibat dari miras hingga aku berhalusinasi kali ini biasanya juga gak,berat banget kepala ini kucoba membuka mata ini dengan memeganggi kepala,betapa kagetnya aku saat mata sepenuhnya terbuka ku lihat laura sedang duduk tepat di depanku dengan tatapan mata yang sulit ku artikan..
Laura....
"Aku hanya bisa diam dengan terus menatapnya,bingung mau bicara apa dengan kondisi seperti ini aku putuskan untuk menyapanya sebentar dan aku tinggal masuk untuk mandi menghilangkan sedikit pusing dan bau alkohol dalam diri ini..."
Laura,uda lama disini hhmmm aku tinggal masuk dulu ya.
"sambil sempoyongan aku masuk ke rumah membiarkan laura menatapku.
Bodoh banget,, maki ku dalam rumah.
Ra,laura....
"Sapa dimas membuyarkan lamunanku aku cukup kaget lihat andra yang dengan sempoyongan masuk ke dalam rumah, aku rasa dia mabok tapi dia masih ingat aku dan menyapaku ada sedikit ragu dalam hati ini setelah ku tau kalau andra seorang pemabuk,bergidik ngeri membayangkan jika aku sudah jadi pacarnya.batinku
Oh iya dim,
dimas kak andra kenapa kok jalannya sempoyongan apa dia mabuk??
Sengaja aku tanyakan itu ke dimas gimana reaksi dia..
Oh kak andra,,, duduk dulu ra uda biarin itu kak alex palingan uda tidur dia.
ehh ra,maaf ya soal kak andra aku belum sempat kasih tau kamu kalau kak andra suka mabuk,dulu kak andra paling benci mabuk tapi setelah pengkhianatan yang di berikan oleh pacar dan temannya dan entahlah begitu dia balik sini,aku lihat untuk pertama kalinya kak andra mabuk ra.sudah aku ingatkan agar berhenti tapi dia jawab dengan mabok aku bisa tidur dengan nyenyak tanpa di ganggu bayangan dua s***n sialan itu.
"Dengan serius aku dengarkan cerita dimas ternyata seorang andra pernah mengalami patah hati yang berat eh tapi apa dia mendekati ku hanya sebagai sebuah pelampiasan aja agar dia bisa lupa dengan mantan pacarnya belum apa apa kenapa hati ini merasakan sakit dan ngilu."
Kasian ya kak andra,patah hati banget kayaknya tapi kenapa larinya ke miras ya dim.
Lah itu ra,aku pun sama bingungnya sama kamu,uda pernah aku nanya ke kak andra,dia sendiri juga gak tau kenapa aneh ya dia jalani hidup juga gak punya alasan.
Tumben banget kamu kesini gak ngabari dulu ra biasanya juga ngabarin aku. sambil duduk dan memakan cemilan.
Iya pu,pengen aja maen di rumah sepi karna mama sama ayah lagi keluar jadi aku izin buat maen kesini. mengambil minuman yang di suguhkan.
Eh dim,kamu uda ada pandangan belum buat ngelamar kerja dimana di rumah aja tanpa ada kegiatan bosan tau dim, iya kamu enak dim rumahmu selalu rame gak kayak rumahku yang sepi begitu.
Rame apa nya ra,sekarang sepi semenjak kak andra kerja jadi pada jarang kesini ra,iya aku belum tau mau ngelamar kerja dimana ra bingung juga ya,gimana kalau kita carinya bareng ra kamu bisanya kapan?
Coba deh lamar kerja di tempatku kerja kali aja masih buka lowongan.
"Dengan serempak aku dan dimas menoleh pada sumber suara yang tiba tiba muncul ternyata kak andra kayaknya dia habis membersihkan diri deh kelihatan lebih segeran dari pada tadi."
Apaan kak ngangetin aja bisanya, kirain tidur kak ternyata tidak ya.
Gak ngantuk dim,alex masih ngebo dim?
berjalan mendekati alex dan coba membangunkan dia.
Ku lihat kak andra dan laura saling menatap mungkin ada yang perlu mereka bicarakan,ya aku sudah tau kalau andra ma laura hampir saja jadian tapi saat masa pendekatan gini kak andra mala bikin kesalahan,eitss bukan kesalahan ya lebih tepatnya menunjukan hobi nya ke laura,aku gak tau apa laura mau nerima kak andra yang sekarang jadi pemabuk itu,,tapi soal cemceman biarlah kak andra yang akan cerita sendiri ke laura,mending aku keluar cari cemilan dan minuman segar es campur misalnya.aku bangkit dari dudukku
Mau kemana dim,tanya laura
Ra,mau es campur gak kalau mau aku bungkusin biar seger ra.jawabku
Boleh deh dim.
Oke aku keluar dulu,kak mau juga es campur.
Biasanya ya.
Oke..
Suasana menjadi hening sesaat dimas keluar,larut dengan pemikiran masing masing aku yang tadinya ragu soal andra kenapa mendadak optimis setelah mendengar cerita dari dimas tadi, tapi Ku gak bakal langsung percaya aja ke dimas aku akan tunggu sampai andra sendiri yang cerita ke aku soal mantan pacarnya jika memang dia serius ke akunya.
Laura...
"Suara andra memanggilku."
Iya dra,,!!
Maaf ya ra,kamu sudah melihat semua ini maaf juga karna aku belum jujur soal ini ke kamu ra..
Hhmm iya dra,tapi apa aku boleh tau emangnya kamu suka miras uda lama soalnya semenjak aku deket sama dimas aku gak pernah lihat dimas mabok.tanyaku
Dimas,gak pernah mabok ra dia gak suka sama seperti aku dulu aku gak suka mabok dan baru beberapa bulan ini aja aku suka mabok,awalnya sih di ajakin si alex boleh lah pikirku sekali aja apalagi saat itu pikiranku sangat kacau ra, eh tapi kok mala ketagihan ra,
"jujurku ke laura sambil menggaruk kepala yang gak gatel dan berharap laura percaya."
Tapi kok kamu pelarian nya ke miras si dra,kan baik buat tubuh kamu ndra.
Iya sih sebenarnya tapi mau gimana ra uda terlanjur,sambil berdiri mendekat ke laura.
Ra,boleh aku jujur??
Deg...deg...deg..
kenapa andra malah duduk di sebelahku sih kira kira dia mau jujur soal apa ya.
Ya jujur soal apa ya.??
Ra,boleh gak aku menyanyangimu ra
"Dengan menatap manik mata laura aku katakan apa yang selama ini aku pendam sejak pertama bertemu dengannya,ini rasa murni dari hati bukan karena rasa pelampiasan.
Ha apa ndra,,apa aku gak salah denger..
"Gugup itu yang aku rasa."
Ku genggam jemarinya dan ku katakan bahwa aku mencintainya,ku lihat dia sedikit kaget dengan pengakuanku tapi itulah yang aku rasa. bolehkah aku jadi kekasihmu.
Andra kamu mabok ya...
Aku sadar ra,aku gak mabok walau aku habis minum apa kamu mau.
"Ku ulangi pernyataanku ke laura.
Hemm ndra,maaf ya aku pikirkan dulu ya karena ini pertama kalinya untukku jadi aku belum bisa membedakan rasa sayang karena cinta atau rasa sayang karena sahabat ndra, kamu gak marah kan kasih waktu aku 3 hari deh ya.
"ku beranikan menatap matanya, ku akui ada rasa aneh dalam hati ini jika aku dekat dengan nya,hanya saja aku akan memikirkan nya lagi agar aku gak salah memutuskan."
Oke maaf ya buat kamu kaget dengan pengakuan ku ini.
Iya gak papa kak..