sejak dimas menceritakan soal sahabatnya laura, aku jadi penasaran dengan nya dan aku sengaja mengatakan ke dimas untuk mengajak laura main ke rumah.
saat itu tanpa sengaja aku yang ingin pergi ke luar, mendapatinya sedang berjalan dengan memainkan hpnya, dan tanpa dia sadari ada aku yang sudah berdiri di situ.
bukkk....
dia menabrakku dan mengomel, di kiranya aku si dimas,, dan kagetnya aku saat dia manggil dimas dengan sebutan si cupu..
dengan spontan aku bilang, disini gak ada yang namanya cupu,"sambil menatapnya intens."
satu kata untuk laura dia anak yang manis dengan kulit sawo matangnya, jangan lupakan tahi lalat yang bertengger di atas bibirnya yang tipis itu
membuat dia semakin manis saat tersenyum.
aku mengaguminya saat itu,
benar kata dimas laura anak yang manis.
tapi kenapa dengan melihatnya hari itu, membuatku tak bisa melupakan nya.
bahkan sakit hati yang di torehkan helen mantan pacarku perlahan hilang saat ku lihat senyum di bibir laura.
"bisa di bilang aku sudah move on."
tapi aku dan laura, umur kami terpaut 8 tahun,,, merasa sudah tua aku ini.
setiap hari bayangan laura tersenyum selalu menghiasi mimpiku, walau saat aku sedang bermain dengan seorang cewek sekalipun tetap saja,
bayangan laura selalu membuntuti ku..
ya aku andra karena sakit hati dan untuk itu aku lampiasan semuanya ke cewek dan minum minuman keras bersama temanku..
apa,laura mau menerima aku dengan kondisiku yang ternyata aku tidak bisa lepas dari kata mabuk setiap hari.
ada rasa takut dihati ini saat nanti laura tau jika aku seorang pemabuk.
bicara soal helen, dia pacarku yang sudah 5 tahun bersama ku..
ternyata dia bermain di belakangku dengan seorang temanku, ya mereka mengkhianatiku.
disaat aku terpuruk dan berada dalam jeruji besi karena terjebak oleh temanku sendiri, helen dia hanya sekali saja menemuiku di penjara, setelah itu aku tak pernah bertemu dengannya.
hingga suatu hari saat seorang teman mengunjungiku dia menceritakan soal helen padaku, rasanya hati ini bergerumuh hebat menahan rasa marah yang tak dapat aku luapkan.
aku menahan sakit hati ini hingga waktunya telah tiba..
akhirnya waktu yang aku tunggu telah tiba,,selama 2 tahun aku menjalani hidup di jeruji besi..
tanpa kurasakan ternyata waktu berlalu cepat dan hari ini aku keluar dari sel besi itu, dengan wajah berbinar menghirup udara sejuk sebanyak banyaknya.
aku bahagia ynag bercampur dengan kesedihan, mengingat helen yang mengkhianatiku.
ku putuskan untuk menunggu helen di tempat biasa kami bertemu dan betapa kagetnya aku saat melihat dia berjalan dengan di peluk oleh temanku sendiri dengan senyum mengembang di antara keduanya, oia jangan lupakan rambut yang basah itu.
tanpa banyak fikir ku hampiri mereka.
bukkkk... bukk... bukk
ku layangkan bogem mentah ini ke arah temanku dan helen, tidak ada dari mereka yang untuk balas melawanku..
aku benar benar kalap saat itu.
ku lihat darah meluncur di sudut bibir helen seketika aku tersadar dan aku menyeka darah itu,,sedangkan temanku tak aku pedulikan.
aku bertanya padanya, apa kamu memilih dia, helen hanya mengangguk samar, membuat hati ini perih..
oke kalau begitu, terima kasih untuk semuanya ternyata 5 tahun bersama tak berarti apa apa untukmu, apa kau tak menyesalinya."sekali lagi aku tanya pada helen berharap dia menyesalinya,tapi ternyata tidak.
oke,silahkan berbahagia.
jawabku sambil berlalu pergi.
ku putuskan untuk pulang ke kampung halamanku, karena disini akan susah untukku melupakan helen.
ku lampiaskan semua sakit hati ini ke miras dan bermain dengan banyak wanita dengan teman lamaku.
hehe aku sangat buruk sekali ya.
hingga saat dimas mengajak laura ke rumah, rasa yang dulu mati itu datang kembali menerpa hati ini.
ya aku tertarik pada laura, semoga saja rasa itu bukan hanya karena sekedar bermain dengannya..
hingg