"Bisa lebih cepet nggak bang"
Sekarang jam 07.15 dan gue masih ada di boncengan bang ojek, seharusnya gue udah sampai di sekolah dari 10 menit yang lalu tapi gara-gara ada ibu-ibu ngamuk di tengah jalan perkara lampu weser jadilah gue masih di sini.
Syukurlah hari ini bukan hari Senin yang mengharuskan siswa datang di jam 07.00 tepat. Tapi hari ini gue ada rapat OSIS yang dilaksanakan dari jam 07.00, dan gue udah telat.
Sebenarnya enggak masalah gue telat karena ini cuman rapat rutin mingguan, tapi masalahnya ketua OSIS gue yang sekarang menyebalkannya itu tingkat dewa, Dia tipe orang yang tidak dapat mentolerir keterlambatan, teliti, saking telitinya dia bahkan tau kalau gue pake blush-on padahal udah gue buat setipis dan senatural mungkin tapi tetap saja ketahuan.
Jadi di sekolah gue itu dilarang menggunakan makeup, makanya gue ditegur sama doi, gue masih ingat banget kata-katanya waktu itu "Lo sebagai anggota OSIS harusnya bisa memberikan contoh kepada siswa yang lain terutama adek kelas, kalau Lo nya aja kaya gini jangan heran kalau Lo dapetin adek kelas pake makeup juga" dan dia itu ngomong dengan muka datar disertai tatapan tajam yang mengarah tepat ke mata lawan bicaranya, gimana enggak kena mental tau nggak. siapa yang pilih dia sih dulu
**
"Makasih bang" akhirnya gue nyampe juga, dan yang gue lakuin sekarang adalah berlari dari pintu gerbang ke ruang OSIS yang gue perkirakan akan memakan waktu 3 menit
Huft..huft... Sedikit lagi, akhirnya... Tangan gue baru saja menyentuh gagang pintu saat pintu itu tiba-tiba terbuka dari dalam
"Rapatnya udah selesai, Lo telat"
Ketua OSIS kebanggaan SMA Nusantara itu berdiri dengan gagahnya di sana sambil natap gue yang lagi membungkuk sambil megang lutut. jangan salah paham, gue bukannya membungkuk ke dia tapi gue cape lari sambil mengumpatin dia disepanjang jalan.
"Sorry.... Ren, tadi... macet" ucap gue sambil ngos-ngosan dan dia cuman natap gue dengan alis kanan nya yang terangkat dan lewatin gue begitu saja
"Na, Lo nggak lari dari rumah Lo ke sini kan? Sampe ngos-ngosan gitu" si juna sang waketos paling pengertian dan penyabar
"Sini..sini.. duduk dulu, ya ampun keringet Lo" aduh Tere Lo nggak tau aja seberapa kencangnya tadi gue lari sampe nabrak sana sini.
"Pak ketu ngomongin apa aja tadi?" Tanya gue sambil menerima sodoran air dari Juna
"Cuman ngumumin acara pensi nanti"
"Gue kira apaan, yaudah gue ke kelas dulu deh" ucap gue sambil berdiri dan keluar dari ruangan.
"Tungguin!"
##
Silahkan like dan komentarnya
Thank you guys :)