“Aku tidak tahu jika kau bisa terlihat sekeren ini” jahil Irene sembari menaikkan sudut bibirnya sedikit dan akhirnya keluar dari tempat persembunyiannya. Tidak bersembunyi sih, hanya saja tempatnya duduk tadi memang agak jauh dari tempat orang yang dilihatnya tengah berlatih, pun si orang itu sama sekali tidak tahu bahwa Irene sedari tadi berada disana karena memang tengah fokus dengan apa yang ia lakukan. Yang diledek seperti itu tahunya benar benar terkejut sampai sampai si gadis bisa melihat dengan jelas bahwa pundaknya melonjak kecil. “apakah aku mengganggu??” tanya Irene lagi sembari tersenyum tipis.
“Sama sekali tidak, tuan putri” Aaron- sosok yang dijahili tadi nyatanya memang sama sekali tidak merasa terganggu. Terkekeh sebentar kemudian dia memilih untuk menuruni kudanya agar b