Siangnya rio dan sabila sama2 sibuk bekerja tidak ada waktu luang bagi mereka atau menerima kemarahan jav yang lebih besar. Sabila teringat sesuatu tentang ucapan karza tentang jav yang menikah. Sabila menoleh ke arah rio yang sedang serius,sabila memberanikan bicara dan bertanya tentang jav yang sudah menikah. Rio terdiam sesaat,sabila protes karena yang ia bicarakan benar. Sabila heran mengapa dirinya tidak diberitau pernikahan jav. rio menoleh kearah sabila sambil menghela napas. Rio mengatakan jika itu urusan pribadi jav bahkan karyawan lain tidak ada yang berani membicarakan pernikahan jav. sabila menanyakan alasannya,rio menjawab karena jav tidak suka diusik kehidupan pribadinya dan menanyakan sabila tentang sifat jav. sabila teringat jika jav sangan penyendiri bahkan mereka berdua bisa dekat dengan jav adalah sesuatu keberuntungan. Sabila menanyakan istri jav,rio menjawab singkat jika dirinya akan mengetahui nanti.
Fia bercermin dikamar mandi,ia tidak menyangka jika diran berani membawa amadia masuk ke mansionnya dan mempertemukan amadia dengan diran. Fia juga marah karena carlo bekerja sama dengan diran untuk mengizinkannya masuk ke mansion. Fia membuang semua barang di wastafel. Kepercayaan fia dengan orang terdekat mulai hilang,fia akan membuat mereka menyesal karena membuat keputusan tanpa sepengetahuannya.
Jav menjadi gusar diruangannya,dirinya tidak focus dengan dokumen yang ditanda tangani. Jav mengingat kejadian tadi malam ketika mendekati fia,jav berfikir mengapa dirinya bisa melakukan itu,ada rasa ingin menyentuh fia lebih dari biasanya. Jav membuang berkasnya dan mengendalikan pikirannya sendiri. Jav bertanya apa yang terjadi dengan dirinya sendiri. Dan jav berfikir dirinya tidak mungkin melakukan hal lebih dengan fia mengingat mental fia yang belum sembuh dan dirinya bertekad untuk menyembuhkannya dan jav mengontrol dirinya untuk focus ke tujuan awalnya dan janjinya dengan clarin. Jav tersadar untuk berbagi kekhawatirannya ini dengan clarin.
Sorenya diran dan carlo datang ke mansion secara berbarengan. Carlo tidak bicara sedikit pun dengan diran,diran mengerti amarah carlo. Mereka bertemu dengan noe dan menanyakan alasan mereka datang berbarengan. Carlo menjawab singkat jika fia yang menyuruh mereka datang ke mansion. Noe berfikir kebenaran apa yang fia cari dari carlo dan diran.
Nale sampai dirumah dan membanting pintu. Amadia bertanya apa yang membuatnya kesal,nale mengungkapkan kekesalan jika fia mempermalukan dirinya didepan karyawan. Amadia menanyakan alasannya,nale menjawab jika dirinya ingin menjatuhkan fia dengan menanyakan rico yang tidak kembali walau kondisinya sudah baik. Tapi fia malah membalikan fakta jika rico celaka karenanya. Amadia terkejut jika fia sudah mengetahui ulah nale. Nale berniat membalasnya dengan cara yang lebih menyakitkan,amadia mengingatkan nale tidak melakukan apapun. Nale pergi.
Rico membantu fredo mempelajari berkas perusahaan miliknya. Fredo bertanya kapan dirinya kembali ke kantornya membantu fia dalam menjalankan perusahaan. Rico menggeleng karena dirinya belum mampu untuk bekerja sebelum mendapatkan ingatannya kembali. Clarin bertanya dengan noe tentang kapan rico akan kembali membantu perusahaan. Noe menjawabnya jika rico sudah siap secara mental. Tidak lama fia,jav dan rio kembali,fia sama sekali tidak berbicara dengan jav ataupun rio. rio berbisik apa yang terjadi dengan fia,apa fia marah karena jav melakukan sesuatu. Jav melototinya dan menyuruhnya diam.
Fia meminta noe untuk ikut dengan dirinya menemui diran dan carlo. Noe meminta fia untuk tenang karena noe tau fia menahan amarah. Fia memandang noe untuk meminta pengertian,noe mengikuti fia untuk bertemu dengan diran dan carlo. Rico,rio,fredo,clarin dalam kebingungan dengan sikap fia. Clarin cemas jika amarah fia kembali seperti dulu,clarin sudah senang karena fia perlahan mengendalikan amarah tapi ternyata sekarang fia kehilangan kendali kembali.
Nale berfikir bagaimana dirinya bisa tau mengapa rico belum mengambil alih perusahaan. Nale ingat jika amadia menjadi suster dirumah lazaro,ini menjadi kesempatan untuknya mencari tau kondisi rico. Nale akan meminta amadia mencari tau dan harus memastikan amadia menurut dengannya.
Fia dan noe masuk keruangan,fia langsung membuka ipad nya dan menunjukan video dengan diran dan carlo. Wajah mereka menjadi tegang dan gugup, noe meminta penjelasan mereka,fia menahan amarahnya. Diran menenangkan fia bahwa dirinya tidak bermaksud mengkhianatinya. Fia berteriak meminta diran untuk tidak berbohong. Diran menjelaskan secara perlahan jika dia hanya ingin tau maksud amadia yang terus mengintai rumah ini. Lalu akhirnya ia membuat rencana dengan menjadikannya suster dan ternyata dirinya tau sesuatu. Noe bertanya sesuatu apa dan meminta untuk menjawabnya. Diran menatap carlo. Fia berteriak untuk berbicara.
Clarin dan lainnya mendengar teriakan fia sangat keras. Clarin berfikir buruk ketika mendengar teriakan fia. Fredo memintanya tenang, jav berfikir apa yang membuat fia menjadi hilang kendali.
Noe menjadi kesal karena carlo yang dipercayanya terlibat dalam permasalahan diran dan amadia. carlo menjelaskan dirinya tidak bermaksud terlibat sama seperti diran ia hanya ingin mencari tau kebenaran amadia. fia bertanya apa kebenaran yang membuat mereka menyalahi kepercayaan noe dan fia. Carlo berusaha tenang dan mengatakan jika amadia ingin menjenguk. Fia meyakinkan hanya itu,diran dan carlo saling menatap,carlo mengambil recording dan memperdengarkannya. Fia dan noe mendengarkannya.
Clarin cemas karena mereka belum keluar dari ruang kerja ,clarin ingin menyusulnya namun di tahan oleh fredo. fia berteriak jika recording itu bohong,fia mencengkram jas carlo dan mengatakan sejujurnya. Carlo mengatakan jika recording itu asli dan tidak berbohong. Noe syok dan lemas,diran membantu noe. Fia menagih bukti lain,diran mnejawab jika ia punya bukti lainnya. Fia menagihnya,diran menjawab jika bukti itu ada dimobilnya. Diran meminta noe untuk keluar dan akan memeriksanya sambil membawakan bukti lainnya. Fia menghempas tangan diran lalu membawa noe pergi.
Rico ingat jika dirinya belum meminum obat,ia izin keatas untuk meminum obatnya. Fredo mengizinkannya. Diran lari tanpa menyapa siapapun menuju keluar. Rio bertanya alasan diran berlari. Jav memintanya diam,fia dan noe keluar.
Clarin melihat noe di bopong oleh fia dan carlo. Carlo mengambil air untuk noe. Clarin bertanya apa yang terjadi,fredo menghentikan clarin untuk bertanya lebih. Fia melihat sekeliling tidak ada rico,fia bersyukur rico ada dikamarnya. Diran berlari menuju mereka untuk memeriksa noe. Carlo meminta noe untuk meminum vitaminnya. Diran membantu noe untuk menenangkan fikirannya. Fia meminta diran menunjukan buktinya,fia meneteskan air mata kemarahan. Diran mencoba merangkul fia,fia menatapnya dan berkata apa yang harus dia lakukan sekarang. Diran menjawab untuk menerima calon bayi amadia dan tidak membencinya.
Semua kaget mendengar calon bayi amadia,clarin berucap bahwa amadia mengandung anak lazaro. Fredo menyenggolnya,fia menggelengkan kepala nya dan berteriak dia tidak akan menerimanya,karena amadia menjadi alasan lazaro mentelantarkan dirinya dan rico. Fia melepas rangkulan diran namun diran menahannya kuat dan memeluknya,fia terus berteriak. Jav melihat diran dan fia ada amarah ketika diran menyentuh fia.
Rio memperhatikannya dan menahan senyumnya lalu berbisik jika dirinya berada dalam kecemburuan dan mengejeknya jika istrinya tidak pernah disentuh makanya disentuh orang lain. Jav menginjak kaki rio. noe merasa bersalah