Sabila melihat undangan dari perusahaan NG dan senang karena ia bisa bertemu dengan assiten pribadi yang ganteng. Rio keluar dari ruangan dengan wajah cemberut,ia tidak menyangka jika reaksi jav sebegitu marah karena file yang menumpuk. Rio terduduk lemas melihat pekerjaan yang tidak berhenti. Sabila tidak memperdulikan kesedihan rio dan pergi untuk makan siang.
Nale memeriksa berita namun tidak ada berita terbaru,staf masuk keruangan nale dan mengeluhkan client yang memutuskan kontrak kerja sama. Nale memarahi staf karena tidak mampu bekerja dengan benar dan meminta mereka segera memubuat ide baru untuk launching prodak baru. Nale kesal karena ia tidak mendapatkan informasi apapun dari NG atau RBCA Grup ditambah perusahaann yang terus terpuruk. Nale tiba- tiba memikirkan nasib amadia dan