Seluruh aktifitas sudah normal dirumah utama. Fredo dan clarin menunggu alfia dan javiero diruang makan. Sementra alfia dan javiero belum bangun,hingga alarm membangunkan mereka berdua. Javiero tertegun dengan keberadaan alfia disampingnya.
Alfia bangun dan mencari obatnya lalu menimbulkan keberisikan membuat javiero kesal dengan alfia. Javiero mandi dan alfia minum obatnya tanpa sepengetahuan jav. Clarin sudah menyiapkan makanan kesukaan javiero dan alfia ,alrico memberitahu makanan kesukaan alfia dan tidak sabar melihat reaksi fia tentang menu kesukaannya hari ini.
.
Mereka berdua turun keruangan makan dan disambut oleh clarin dan Fredo. Hari ini Fredo dan javiero cuti pernikahan javiero. Alfia tertegun melihat makanan kesukaannya, clarin bercerita jika alrico yang memberitahu semuanya. Alfia tiba tiba merindukan kakaknya karena sadar jika ia belum bisa jauh dari rico.
..
Alrico menjadi bosan dikamar ,tidak ada yang menjaili nya atau bahkan menganggunya. Alrico ragu untuk menelpon alfia. sementra alfia setelah makan mereka berkumpul diruang keluarga. Alfia membantu clarin memotong buah yang kemudian clarin menyuruh untuk memberinya ke javiero. Javiero mengambil dengan diam dan memakannya. Clarin ingin ditemani belanja dengan alfia. Alfia menyetujui nya walau ia sangat jarang bepergian ke mall.
.
Alrico memberanikan diri untk menelpon alfia, alfia senang mendapat telp dari alrico. Alfia meminta izin untuk menelepon alrico. Clarin mengizinkannya, clarin mengungkapkan bahwa alfia tidak sedingin itu jika berada di dekat kakaknya. Sepertinya alfia mash menutup diri dari clarin Fredo dan juga javiero. Fredo berusaha membuat clarin mengerti tentang adaptasi alfia dirumah mereka dan juga dengan status barunya.
Sementara jav berkutik dengan ipadnya memeriksa pekerjaannya,clarin menegur jav karna masih sibuk dengan pekerjannya dibanding mendekati istrinya. Fredo menggelengkan kepala karna heran dengan sikap clarin yang selalu memprotes hal kecil.
Alrico merindukan adiknya,mereka banya mengobrol hingga tidak terasa 2 jam. Alrico akan pergi ke kantor sementra alfia tetap dirumah. Setelah selesai bicara,alfia bingung apa yang dia lakukan dirumah mertuanya. Dirinya hanya membaca majalah di tepi kolam renang,sementra jav dan fredo sedang berbicara bisnis mereka. Merasa bosan,alfia bengong ditepi kolam hingga clarin memanggilnya dan mengajaknya shopping,dengan senang hati alfia mengikutinya padahal itu jarang ia lakukan selama ia berada di jakarta.
Fredo mencoba membuat jav menerima kehadiran alfia dan membantunya beradaptasi,jav hanya diam. Sementara dirumah utama lazaro,amadia sedang duduk dan menelpon kakanya,kakanya meminta amadia untuk membujuk lazaro agar bisa memasukan dirinya di perusahaan zoe,amadia belum berani terlebih ayah mertuanya masih menjadi pimpinan perusahaan.
Alrico menatap meja kerja fia dengan sendu,tanpa fia di kantor dan dirumah kehidupannya sangat berubah. Mengurus fia menjadi keterbiasaan baginya dan sekarang dirinya mencoba mengurus dirinya sendiri.
Di mall clarin dan fia sudah bercanda mengenai fashion suami mereka,terlebih jav yang suka dengan warna gelap. Fia mempunyai ide jahil untuk mengganti setelan jas jav dengan warna cerah,clarin menyetujuinya. Lalu mereka membelikan pakaian untuk suami mereka dan pergi makan.
Clarin mencoba untuk membuat alfia terbuka dengannya terlebih masalah keluarganya dan alasannya memisah diri dengan perusahaan zoe,namun alfia diam dan tidak menjawabnya. Clarin tidak bisa memaksa diri,terlebih pertanyaan clarin tentang adik baru,alfia tersedak dirinya tidak berharap jika amadia akan mengandung adiknya.
Lazaro dan alrico pulang bersamaan,alrico sangat dingin terlebih setelah kejadian beberapa waktu lalu. Lazaro menahan alrico berusaha untuk memperbaiki semuanya terlebih sekarang tidak ada fia dirumah keadaan rumah menjadi sangat tidak nyaman. Alrico hanya mendengarkan lalu pergi,amadia berusaha menenangkan lazaro dan mencobanya dilain waktu untuk membujuk alrico.
Alrico diam diri dikamar,pikirannya melayang pada kejadian kemarin tiba-tiba penyakitnya kambuh,tubuhnya mulai berkeringat dan detak jantungnya berdetak cepat. Alrico mencoba menenangkan diri lalu mengambil obat penenangnya.
Alfia dan clarin sampai dirumah,mereka lalu menyiapkan makan malam. Setelah selesai makan malam,clarin berbisik tentang rencana mereka berdua,Alfia mengangguk tanda setuju. Fredo dan jav melihat gerak gerik istri mereka dengan curiga. Fredo berbisik jika clarin dan alfia sedang merencanakan sesuatu,namun jav mengelaknya dan tidak mempermasalahkannya,fredo hanya tepok jidat dengan sikap jav. Jav pun berlalu ke ruang kerjanya.
Alfia berada dikamar firasatnya sangat buruk namun mencoba untuk berfikir postif seperti ucapan alrico.
Lazaro dan amadia dikamar,lazaro sibuk dengan ipadnya sementara amadia berusaha untuk berbicara tentang keinginan kakaknya. Amadia mendekatinya dengan bertanya terkait perusahaan,Lalu amadia melanjutkan dengan curhat jika kakaknya tidak sedang Bekerja karna terkena pemutihan,amadia bertanya tempat kosong di perusahaan.
Lazaro diam dan mengamati amadia,lalu akan mengeceknya besok. Amadia sedikit lega dengan respon lazaro.
Fredo dan clarin dikamar,clarin membersihkan dirinya. Fredo memancing apa yang clarin dan fia rencanakan. Namun clarin tidak memberitaunya dan meminta agar fredo menunggunya. Fredo kesal dan terus membujuknya namun clarin tidak menggubrisnya dan tidur. Fredo iri karna clarin lebih memperhatikan fia sekarang,clarin menahan tawanya.
Pelayan memberitau jav untuk kembali kekamar beristirahat namun jav mendiamkannya hal yang membuat jav malas dikamar adalah keberadaan alfia. Jav masih beradaptasi untuk berdampingan dan berbagi tempat dengan alfia itu sesuatu yang asing untuknya.
Dengan terpaksa jav ke kamarnya berharap jika fia sudah tidur tapi ketika dikamar,jav melihat fia belum tidur dan bersandar di tempat tidur. Jav berlalu ke ruang ganti dan tidur di sebelah alfia. Alfia menatap jav dengan mata jahilnya,ia tidak sabar melakukannya besok dengan clarin. Jav heran mengapa fia menatapnya namun tidak menghiraukannya dan langsung berbaring. Mereka sama-sama berbaring sekarang tapi fia tidak bisa memejamkan matanya. Jav merasa risih dengan fia yang tidak bisa tidur dan sibuk mencari posisi nyaman.
Alrico menahan sakitnya ingatan dulu,traumanya terhadap masa lalu kembali terbuka,alrico menelpon dokter temannya dan memintanya untuk datang besok ke kantor. Temannya memaksa untuk datang malam ini namun di tolak oleh alrico. Alhasil temannya hanya memberi dosis tambahan untuk alrico minum.
Alfia duduk karna tidak bisa tidur,ia sangat cemas dan akhirnya ia menelpon alrico. Saat alrico ingin tidur,alfia menelponnya. Alfia mendengar suara alrico yang lemas,alfia menjadi khawatir namun alrico memintanya untuk tidak khawatir. Alfia akan kerumah besok namun di tahan oleh alrico,alfia kesal kenapa alrico menghalanginya untuk bertmu dengannya,suara alfia setengah teriak. Alrico berusaha menenangkan alfia dsaat dia menahan sakitnya. Alfia kembali tenang,jav memperhatikan perilaku fia,ia ingin marah saat ini karena mengganggu tidurnya namun ia berusaha menahan.
Clarin tidak bisa tidur,berfikir apakah rencana nya dengan alfia akan berhasil atau tidak.
Alfia kesal lalu pergi kekasur,ia melihat jav yang bersandar di tempat tidur. Alfia memunggungi nya dan memukul bantal,jav hanya melihatnya saja tanpa komentar.
Paginya keadaan alrico sudah membaik,dirinya turun untuk sarapan. Alrico mendengar jika kakak dari amadia akan bekerja di perusahaan zoe. Alrico menanyakan alasannya mempekerjakan kakak amadia,lazaro menjelaskan alasannya krna kakak amadia adalah kakaknya sekarang sekaligus menjadi pamannya maka itu menjadi tanggung jawab lazaro untuk membantunya. Alrico tidak suka dengan alasan lazaro dan menatap amadia sinis.
...