"kalau ikut aja ayo ikut mas mandi dek, hahah" ucap mas indra sambil tertawa menggodaku lansung aja aku lembar bantal sofa kearahnya. kalau ikut nanti bukan hanya mandi pasti akan ada aktifitas yang lain dan akan membuat waktu terbuang kembali takutnya malah gak
"kalau ikut aja ayo ikut mas mandi dek, hahah" ucap mas indra sambil tertawa menggodaku lansung aja aku lembar bantal sofa kearahnya. kalau ikut nanti bukan hanya mandi pasti akan ada aktifitas yang lain dan akan membuat waktu terbuang kembali takutnya malah gak jadi sholat.
setelah menunggu beberapa saat akhirnya bisa sholat dzuhur juga. selepas sholat kami bersih bersih karna sebentar lagi kami check out dari hotel.
dari pagi tidak terlalu fokus dengan keadaan seprei hotel yang semalam kami tiduri ternyata ada bercak darah, gimana bersihinnya coba bersihkan pakai tisu basahpun tidak hilang.
"kamu ngapain dek? gosok gosok apa di atas ranjang?" tanya mas indra
"ini mas ada noda darah di sepreinya, sudah adek bersihkan pakek tisu basah tapi gak sepenuhnya hilang" jawabku tanpa menoleh ke mas indra karna masih sibuk membersihkan noda darah. tapi tanpa di sadari mas indra malah datang menghampiri memeluk dari belakang sambil bilang
"terima kasih sudah menjaga kesucian kamu sampai akhirnya kita menikah sayang" ucap mas indra tepat di telingaku, tanpa sadar akupun mengangguk.
mas indra membalik tubuhku agar bisa berhadapan dengannya dan mas indra mencium keningku cukup lama tapi lama kelamaan kenapa turun kebibir bisa gawat kalau gak cepet cepet di akhiri bisa bisa gagal pulang haha.
"udah.. udah.. udah.. mas nanti malah gak jadi pulang dan harus terdampar di atas kasur ini lagi" ucapku sambil mendorong mas inda agar menjauh tapi bukannya menjauh malah mengeratkan pelukannya dan mencium kembali keningku.
"haha kamu sih mulai duluan pakek segala bersihin noda darah di atas ranjang" ngeles mas indra padaha udah tau aku lagi bersihin noda darah ini kan malu saat petugas hotel membersihkan.
"ishhhh aku gak godain mas ya, emang adek bersihin soalnya malu kalau ketahuan sama petugas hotel nanti mas."
"udah gak usah di bersihin lagi, lagian sudah mulai pudar kan. tadi mas juga sudah ngasih sejumlah tips sama petugas kebersihan biar gal capek capek banget bersihin kamar kita ini" terang mas indra membuatku sedikit lebih lega
"ya sudah jadi cari makan siang gak sekalian kita nanti mampir makan malam di rumah mama, atau mau menginap beberapa hari lagi di sini ?" ucap mas indra yang membuatku menggelengkan kepala tentang pertanyaan ketiganya itu.
"ya udah ayo pulang mas cacing di perut adek udah laper nanti kita cari makan siang setelah itu ke rumah mama nanti adek mau bantuin masak dulu di sana, masak iya menantunya datang tapi gak bantuin apa apa ?" jawabku
"gak usah bantuin masak kamu cukup datang dan nemenin mama aja nanti urusan masak memasak ada bik nur yang masak nanti dek" terang mas indra aku hanya mengangguk saja.
setelaha check out hotel dan cari makan siang kami mampir untuk sholat ashar di masjid, setelah sholat kami melanjutkan perjalan kembali untuk ke rumah mama yang menurutku lumayan jauh sekita satu jam setengah dari hotel tempat kami melakukan resepsi dan menginap semalam.
tanpa sadar di dalam mobil malah aku ketiduran lagi, mas indra menepikan mobil dan mulai mengatur tempatku duduk di sebelahnya biar lebih nyaman dan memberikan selimut padaku, setelah itu mas indra melanjutkan perjalanan kembali.
satu jam kami sampai di rumah orang tua mas indra, mama dan papa menyambut kami, mama menghampiri kami dan mulai mengetuk jendela dekat tempaku tertidur, sebelum mengetuk mas indra bilang pada mama kalau aku kecapekan masih tidur.
"masih tidur ma, kecapekan di jalan tadi" ucap mas indra
"gendong aja pindahin ke kamar kasihan tidur di mobil nanti pas bangun malah sakit semua karna permukaannya gak rata" jawab mama pada mas indra, papa hanya tersenyum melihat anak mantunya tidur mungkin tau kalau anaknya semalam gak memperbolehkan istrihat menantunya ini.
karna aku mendengar orang berbicara akhirnya aku kebangun dan begitu kagetnya langsung duduk sewaktu mas indra mau menggendongku akhirnya kepalaku bertabarakan dengan mas indra.
"aduuuhhh" ucap kami bersamaan
mohon maaf bab masih di revisi ya, mohon doannya semoga kontrak segera turun. terima kasih