Pagi telah datang dan matahari begitu cerah pagi ini, sementara seorang gadis masih saja bermimpi ditempat tidurnya "Hira Bagun,udah jam 8 Hira ,kamu tidak kekampus" ucap Mommy Hira yang sedang membangunkan Hira
Setiap pagi Hira memang tidak bisa bangun pagi,dia selalu dibangunkan oleh Mommy nya, HIRA RAZELLA SMITH adalah anak tunggal dari ADAM SMITH & GRIDA SMITH.
Mereka adalah keluarga pengusaha yg kaya raya,tapi mereka tidak sombong malah sebaliknya mereka sangat baik dan tidak membeda-bedakan golongan orang tertentu,sementara Hira adalah gadis periang dan humoris siapapun yg dekat dengannya pasti senang dan betah berlama-lama dekat dengannya,cuma suka ceroboh dan pelupa,tapi dia anak yang cerdas bahkan jenius.
Saat ini usia Hira 20 tahun dan masih kuliah disalah satu universitas terkenal di kotanya,juga Hira jurusan Bisnis dan semester empat.
"hmmm" jawab Hira sambil malas-malasan ditempat tidur
"Cepat bangun Hira siap-siap trus sarapan,kamu tidak kampus hari ini emang nya nak?"ucap Mommy Hira
"Kampus mom,sebentar lagi ya mom,Hira masih mengantuk mom" kata Hira yang masih memejamkan matanya
" masuk jam berapa Hira?" tanya mommy
" masuk pagi mom,jam 9" jawab Hira
"Oke,tapi apakah tidak telat sayang ini udh jam 8 lewat loh,kirain mommy kamu masuk siang " kata mommy khawatir
"Apa mom,jam 8 lewat " kata Hira sambil memasang wajah terkejut,lalu bangkit dari tempat tidur dan berlari ke kamar mandi
"Mampus aku bisa telat ini,jadwal pertama sama si killer itu lagi,aku gak mau diusir lagi kali ini " gumam Hira
Setelah menyelesaikan mandinya dan pakai baju,Hira langsung turun kebawah menyalami kedua orang tuanya
" pagi mom, pagi dad?" ucap Hira
"Pagi sayang" jawab kedua orang tua Hira serempak
"mom,dad aku pergi dulu ya,udh telat ini soalnya " kata Hira sambil buru-buru
"Loh tidak sarapan dulu sayang?" jawab mommy
"tidak sempat mom,nnti aja dikampus,aku pergi dulu ya mom,dad, bye..."
ucap Hira sambil pergi bergegas menuju mobil kesayangan nya,mobil sport warna kuning
Diperjalanan menuju kampus,Hira didalam mobil sambil menghidupkan music kuat-kuat sambil membawa mobil cukup kencang karna setengah jam lagi masuk jam kuliah,sementara jarak rumah menuju kampusnya 25 menit.
Setibanya dikampus,dia cepat-cepat berlari menuju kelasnya,pas bertepatan dengan dosen killer nya masuk, akhirnya Hira sampai kelas,mereka berpapasan didepan pintu,
Dosen tersebut melihat Hira dengan tatapan yang rumit,
"Pagi pak" ucap Hira
" Hmmm" ucap dosen tersebut "tumben kamu tidak telat lagi?"kata dosen itu lagi
" Iya pak,saya mau mengikuti pelajaran bapak" sambil memasang wajah penuh senyum Hira menjawab dosen tersebut
mereka sama-sama masuk kelas,
"Hari ini kita Kuis",ucap Dosen killer tersebut
"Apa" ucap semua mahasiswa dan mahasiswi dikelas tersebut dengan kaget,pasalnya mereka tidak ada yang siap melakukannya karena dadakan
"Kenapa kalian semuanya terkejut,kan saya udh pernah bilang,kalau saya memang sering mengadakan kuis dadakan agar saya tau Sampai mana kalian mengerti mata kuliah yg saya ajari" ucap dosen tersebut sambil melipat tangan didada
" pak apa tidak bisa kita baca buku sebentar sebelum kuis" ucap salah satu mahasiswa
"Tidak bisa,cepat Simpan buku kalian semua,jangan ada yg nyontek dan berisik saat kuis berlangsung,jika ada yang yg seperti saya bilang,kalian saya kasih langsung nilai D" ucap dosen killer itu
"Mampus, ujung-ujungnya gue juga bakalan dapat nilai D kalau begini karana tidak belajar" ucap Lia salah satu sahabat Hira
"Hira kok kamu tenang banget sih,apa jangan-jangan kamu tau ya hari ini ada kuis?" tanya sahabat Hira yang lain yaitu Ruby
" Jadi gue harus gimana sih,kalian ini lucu deh,mau protes pun pasti gak bisa,ya terpaksa dijalankan dengan tenang" jawab Hira sambil tersenyum
sementara kertas Kuis sedang dibagikan, setelah itu mereka semua hening tanpa ada suara mengerjakan kuis itu,
sementara Dosen killer itu berjalan mengelilingi mereka satu persatu,sudah berjalan waktu tinggal 10 menit lagi selesai,dosen killer itu berkata
" jika sudah ada yang siap mengerjakan langsung antar kedapan" sambil berdiri didepan mejanya bersandar dan tangan dilipat di dada
"Belum pak" jawab mereka semua serempak dan semakin panik
sementara Hira yang masih santai tinggal 1 soal lagi dia selesai, tiba-tiba ada yang melemparkan kertas yang digulung-gulung ke arahnya,Hira awalnya acuh dan mengabaikan kannya,
Tapi orang yang melemparkan kertas itu,bersuara memberi kan kode sama Hira agar Hira membuka kertas itu,
karena tidak mau di usik terus, akhirnya Hira mengambil kertas itu dan membacanya.
Alangkah terkejutnya Hira kalau kertas itu isinya pernyataan cinta dari Cowok itu kepada Hira, disaat yang sama Dosen killer itu melihat kegiatan mereka dan menghampiri Hira,dan berkata
" Sedang apa kamu?"
Hira yang terkejut segera mengangkat kepalanya dan dengan cepat-cepat dia menyimpan kertas tersebut agar Dosen itu tidak melihatnya,tapi yang ada malah jadi salah paham.
Langsung saja dosen itu mengambil kertas Kuis Hira dan melihat jawabannya,dan Dosen tersebut terkejut dengan jawaban Hira yang semuanya benar,tapi Dosen itu curiga bahwa Hira menyontek
"Kamu menyontek dimana,?,tanya dosen itu
Hira yang tidak mengerti pertanyaan dosennya hanya menggeleng kan kepalanya saja,
" JAWAB " kata dosen itu sambil meninggikan suaranya
"S..saya tidak menyontek pak,kenapa bapak bisa menuduh saya menyontek?" tanya Hira balik
"Apa yang kamu sembunyikan ditangan kamu itu?" tanya Dosen itu sambil pasang wajah curiga
" Bukan apa-apa pak" kata Hira sambil pasang wajah cemas
" Jangan bohong kamu,kamu pikir saya percaya setelah apa yang saya lihat barusan" diam sebentar lalu berkata lagi " saya tidak suka dibohongi,jadi kalau kamu tidak jujur saya kasih nilai kamu D Dimata kuliah saya"
Hira yang terkejut sambil melotot menjawab," gak bisa gitu dong pak,saya benar-benar memang tidak menyontek pak" frustasi Hira sambil geleng-geleng kepala
" Kalau gitu tunjukkan sama saya apa yang kamu sembunyikan itu" ucap dosen killer
"Ini bukan apa-apa pak,hanya kertas biasa" ucap Hira panik
merasa kesal dosen killer itu ingin menarik kertas ditangan Hira, tiba-tiba bell istirahat berbunyi
" segera kamu keruangan saya" ucap dosen killer itu kepada Hira sambil menahan amarahnya
" B...baik pak" ucap Hira
Lalu dosen itu pergi dari kelas itu menuju ruangannya, sementara ditempat Hira dia sudah dihampiri sahabat-sahabat nya,
" Yang sabar ya Hira" kata Lia
" Mau ditemanin tidak Hira?" tanya Ruby
"Tidak perlu,biar gue sendiri aja" jawab Hira dengan santai
" Kok Loe santai banget sih Ra,kami kan cemas loe menghadapi dosen killer itu" ucap Ruby
"Emang apaan sih itu ditangan loe Ra sampai pak dosen killer itu curiga sama loe?" tanya Lia
"Bukan apa-apa kok guys,jangan khawatir,oke"kata Hira yang malah menyemangati sahabat nya
"Loe gak mau cerita gitu sama kita Hira?" ucap Lia
"Nanti gue kasih tau iya guys,gue harus buru-buru keruangan sikiller itu,nanti kelamaan bisa-bisa hukuman gue tambah berat"jawab Hira sambil berlalu dari sahabat nya
Hira berjalan menuju ruangan Dosen killer itu, sepanjang perjalanan Hira selalu di goda oleh Para lelaki dikampus tersebut,pasalnya Hira itu primadona kampus, dia cantik,anggun,dan sopan,
semua laki-laki diakampusnya berlomba-lomba ingin menjadikan Hira pacarnya,tapi Hira selalu cuek dan tidak terlalu menanggapi mereka
Sesampainya didepan pintu dosen killer itu,Dia mengetuk pintu dahulu setelah ada jawaban dari dalam ruangan,Hira segera masuk " Permisi pak?" ucap Hira
" Masuk!" ucap dosen itu
Hira berjalan mendekati dosen itu dan masih berdiri didepan meja " Duduk!" ucap dosen itu lagi dengan nada dingin
"Mana kertas yang saya tanya tadi?" ucap dosen itu sambil memasang wajah marah
Hira yang sempat menciut melihat ekspresi dosen nya seperti itu,segera dia menjawab" Kertas itu bukan contekan pak,saya tidak bohong" kata Hira sambil memasang wajah sedih
"Kalau kamu tidak bohong kenapa takut untuk memperlihatkan kertas itu?" tanya dosen killer itu
"Saya tidak takut pak,cuma itu privasi saya pak" ucap Hira santai
"Oke, kalau kamu memang tidak mau menunjukkan kertas itu,saya kasih nilai kamu D" kata dosen itu
lalu dosen itu berkata lagi "Sudah sana keluar" dengan nada ketus
"Loh, gak bisa gitu dong pak,bapak tidak bisa seenaknya sendiri pak" kata Hira yang marah
"Disini yang enakkan sendiri saya atau kamu?" dosen itu malah bertanya
"Pokoknya saya tidak terima bapak kasih nilai saya D" kata Hira lebih keras lagi
"Kok jadi kamu yang ngatur-ngatur saya,hmm?"kata dosen itu sambil memandang wajah Hira dengan tatapan rumit
"Oke,kalau bapak mau lihat kertas itu" sambil mengeluarkan kertas itu didalam tasnya " Ini pak kertasnya " ucap Hira