Risky selalu mengingatkanku tentang hal-hal baik, sekali pun Heri adalah orang yang bertanggung jawab atas rasa sakitku di masa lalu, tapi aku tidak boleh sampai benci sekali padanya. Cukup dijadikan aja pelajaran dan jangan coba-coba untuk berurusan dengannya lagi karena kita berdua sudah tau bagaimana Heri yang sebenarnya. Walaupun Risky belum pernah bertemu dengan Heri secara langsung maupun berinteraksi dengannya melalui chat, telepon, atau video call, tapi Risky sudah tau bagaimana Heri dari yang aku ceritakan.
Pas sekali juga saat kita berdua membicarakan perihal Heri, orang yang dari tadi menjadi topik hangat perbincangan antara aku dan Risky pun mencuat keluar dari notifikasi ponselku.
Aku yang kaget pun reflek menyebut namanya. Well, sebenarnya aku tidak save nomor Heri, tapi a