Aku masih mengelak ketika Risky bertanya apa yang sedang aku pikirkan, dan ketika aku bilang bahwa aku hanya melamun. Risky tidak mau menerima jawabanku itu.
"Yaudah apa pun yang lagi kamu pikirin, kalau pemikiran itu bukan pemikiran yang menguntungkan bagi kamu, semoga nggak lama-lama ya bersarang di kepala kamu, tapi kalau misalnya pemikiran itu bikin kamu seneng dan bahagia, semoga terus bersemayam di kepala kamu." ucap Risky sambil mengusap kepalaku.
Aku tersenyum dan memejamkan mata, menikmati kepalaku yang sedang dielus-elus oleh Risky.
"Wah nyamannya." ucapku pada Risky dan sesaat setelah mengatakan itu, Risky pun menghentikan elusannya.
"Hei, malah keenakan." ucap Risky sambil terkekeh. "Malu tau ini muka umum." ucap Risky lagi melanjutkan.
Aku hanya terkekeh lalu menjulurkan