Kita masih terus mengobrol tentang banyak hal, saat minuman kita habis, Risky mengajakku untuk berkeliling Jakarta. Dia menawarkan untuk dia sendiri yang bawa motornya. Awalnya aku merasa takut karena keadaaan Risky yang masih belum pulih. Tapi Risky bilang kalau motornya matic, dia masih bisa bawa, untuk menahan juga bisa pakai kaki kiri. Beda lagi dengan motor gigi yang dipakai Indra tadi, dia tidak bisa membawanya karena harus memainkan kaki juga. Sedangkan kalau membawa motor matic hanya tinggal memainkan gas tangan saja.
Jadi karena penjelasan itu, aku pun mulai melunak dan membiarkan Risky yang membawa motornya. Tadi kami berdua mendapat donat glazzed gratis karena membeli minum. Tapi tidak kita makan dan akhirnya aku memakannya di jalan, Risky bilang dia juga mau, tapi susah untuk