Setelah pertanyaan Hesti yang menurut kita semua sangat nggak banget itu, Hesti pun mengerjap-ngerjapkan matanya. Oh, situasi ini tidak bisa lebih canggung lagi dari ini. Lalu datangnya Biru menyelamatkan situasi yang sudah sangat canggung ini.
"Wah kak udah bangun." ucap Biru lalu ia meletakkan kantung plastik berisi makanan ke meja riasku.
Lalu dia berdiri di samping Hesti dan tersenyum padaku, matanya melihat luka di dengkul dan beberapa bagian lain. Lalu membuka mulutnya untuk bertanya.
"Kak sakit nggak?" tanya Biru.
Oh ya ampun, apakah ada pertanyaan yang lebih jelas lagi dari ini? Tentu saja sakit! Apalagi bagi aku yang memang sangat cemen ini akan luka. Bahkan sekarang saja terasa perih sekali. Mungkin ini juga efek karena Risky sudah memakai obat merah di luka ku jadi aku meras