Setelah mengurus pemakaman Leonard dengan benar, Reihan pun berniat pergi mendatangi kediaman Wicaksono sendirian. Dia ingin membuat perhitungan dengan pak tua yang sudah membuatnya nyaris mati karena amarah. Tapi, Abigial melarangnya. Dia tidak ingin Reihan pergi dalam kondisi yang kalut seperti itu. Mereka harus menyusun rencana agar tidak terjebak dalam perangkap yang sudah di siapkan oleh Wicaksono.
“Gue tahu saat ini lo sedang marah dan juga sedih atas kepergian Pak Leonard, tapi please… pake akal sehat lo. Ini yang dia mau dari lo, Rei.” Bujuk Abigail.
“Nyawa Ajeng dalam bahaya, Bi. gue nggak mau dia jadi korban selanjutnya! Dan lo tahu nggak gue sekarang merasa bego banget! Bisa-bisanya gue nggak tahu kalau dia sepupu gue!” Balas Reihan marah.
“Itu bukan salah lo, Bro. Pak Leonar