Wicaksono tiba di Bandar Udara Internasional Sheremetyevo Alexander S. Pushkin, Moscow Risua setelah menempuh penerbangan selama dua puluh jam dan berhenti di Abu Dabhi. Seseorang sudah menunggunya di luar bandara. Wicaksono datang ke Moscow tidak sendirian, dia datang bersama asisten pribadi yang sangat dia percaya, Adi.
Wicaksono menghampiri orang berkulit putih itu dengan senyum lebarnya. Dia langsung menjabat tangan sambil menepuk punggung tangan orang itu berkali-kali. Dia terlihat sangat senang saat ini.
“Lama tidak berjumpa, Tuan Adrik.” Sapa Wicaksono.
Afanas Adrik adalah pemimpin kelompok Mafia terbesar di Rusia. Banyak orang yang tidak mengetahuinya. Hanya orang-orang tertentu saja yang mengetahui fakta itu.
“Senang bisa bertemu lagi dengan Anda, Tuan Wicaksono.” Balas Afanas