Reihan membawa ke empat orang yang mengaku sebagai orang kepercayaan Damian ke rumah yang dia tempati selama tinggal di Teheran. Mereka berempat masih diam seribu bahasa. Tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut mereka.
“Bro, lo yakin yang jadi dalang di balik penculikan dan hilangnya adek lo itu bapak angkatnya itu?” Tanya Abigail yang belum bisa mengerti situasi di sini.
“Lima puluh persen iya.” Jawab Reihan singkat.
Reihan pun membuka semua perlengkapan yang menempel di tubuhnya. Mulai dari cashing sampai rompi antipeluru yang melindungi sedari tadi. Tidak lupa semua copel senjatanya pun dia lepaskan dari tubuhnya. Lalu Reihan pun berjalan menuju kamarny untuk berganti baju.
Kaus hitam polos yang dia kenakan pun dia tanggalkan dan semua luka memar pun terlihat. Di punggungnya