Langkah kaki Alena terasa berat ketika memasuki aula besar itu. Acara keluarga yang penuh dengan aturan membuat nafasnya sesak. Ia tak pernah suka pesta, apalagi dipenuhi dengan tatapan yang menghakimi. Namun malam itu, dia terpaksa menghadiri pesta tersebut karena paksaan dari orang tuanya. Dan takdir mempertemukannya dengan dengan mata menyimpan bara, Kevin.
Kevin menatapnya lama, seolah dunia berhenti berputar. Ia tahu, ada larangan besar antara dia dan perempuan itu. Tapi ada sesuatu yang tak bisa dijelaskan, ada sesuatu yang langsung menusuk hatinya. Kevin ingin sekali mendekati Alena tapi dia sadar bahwa ditempat itu banyak keluarga dan kerabat mereka.
Alena berusaha mengalihkan pandangannya terhadap Kevin tapi pandangannya tidak bisa lepas dari Kevin. Tanpa ia sadari, ibu Saraswati memperhatikannya sejak tadi. Kemudian ibu Saraswati menepuk pundak Alena dan berbisik " Alena,ingat jangan pernah mendekati Kevin. Dia adalah bagian dari keluarga yang menghancurkan kita dulu. Kamu harus ingat itu".
Dengan cepat Alena mengalihkan pandangannya dan menjawab peringatan dari sang mama "iya ma, Alena ingat".
"sejak kita datang tadi,mama perhatikan kamu dan Kevin saling bertatapan" ucap ibu Saraswati.
"apa'an sih ma orang cuma lihat sekilas doank" jawab Alena.
"sudah Al, yuk kita gabung saja bersama kerabat yang lain" ajak ibu Saraswati.
Dengan berat hati Alena berjalan dan mengikuti ajakan sang mama, yang membuatnya semakin tidak nyaman di pesta tersebut. Alena merasa lelah dan energinya terkuras, tidak ada satupun sahabatnya yang datang ke pesta itu.
Kevin sadar jika Alena sudah berpindah tempat karena ajakan ibu Saraswati. Kevin mencari cara agar dia tetap bisa melihat Alena, kemudian dia berbisik ke pak Dani Wiratama, papanya. "pa, aku kesana dulu ya, mau ambil sesuatu".
pak Dani mengangguk dan memperingatkan Kevin untuk tidak mendekati Alena.
Kevin melangkah pergi untuk mendekati Alena dan berusaha menjaga jarak mereka. Kevin sadar jika dia mendekati Alena, mereka berdua akan terkena masalah. "Kasihan Alena kalau dia sampai terkena masalah gara-gara gue" batin Kevin.
Alena menyadari jika Kevin tidak jauh darinya dan sesekali mereka bertatapan. "mampus gue kalau mama sampai tahu Kevin disana dan kami saling bertatapan" batin Alena.
Pertemuan yang tak terduga antara Kevin dan Alena membuat mereka merasakan sesuatu yang sulit dijelaskan dan mereka menyadarinya. Tapi pada kenyataannya kedua keluarga mereka sedang tidak baik-baik saja. Kedua keluarga yang bermusuhan sejak dulu