Saat Putri Charlotte membuka mata, ia tidak tahu di mana ia berada. Yang ia lihat hanyalah sebuah ruangan gelap dengan sedikit cahaya kemerahan senja yang masuk dari sebuah jendela. Dan saat berusaha bangun dari tempat duduknya, Putri Charlotte mendapati badannya telah diikat tali tambang di sebuah kursi kayu. Kedua tangannya pun berada di bawah punggung dalam keadaan terikat. Menyisakan hanya kedua kaki dan kepala yang bisa digerakkan sesuka hati.
“Tuan Putri! Jangan menendang-nendang seperti itu. Kamu bisa terjatuh.”
Suara bariton yang dikenalnya membuat Putri Charlotte berhenti bergerak. Putri Charlotte segera menoleh ke samping dan mendapati Renzo berada dalam kondisi yang sama dengannya, kecuali kaki Renzo yang terikat pada kaki-kaki kursi. Terlepas kondisinya yang tidak menguntungk