Keanu terdiam beberapa saat setelah Ethan mengatakan tujuan utama mengunjunginya hari ini. Ia memikirkan anak perempuannya di saat masih menjadi pengurus dari Pehme Tera Bar. Anak perempuannya yang merupakan Ibu dari Reika telah lama melanjutkan usaha Keanu dalam mengelola bar yang diwariskan secara turun menurun.
Bila memikirkan anaknya, maka kejadian yang tidak diinginkan langsung terlintas dalam pikiran Keanu. Beberapa tahun lalu Ayah dan Ibu Reika dengan terpaksa harus mengunjungi klub yang dikelola oleh Irvine. Saat itu adalah pertama kalinya sebuah kelompok bernama Exterminator menampakan diri dan mengincar para penyihir. Beberapa penyihir langsung dibunuh saat itu juga, namun ada juga yang dibawa dengan paksa. Karena Ibu Reika dibawa paksa saat itu, Ayah Reika pun memberontak dan langsung dibunuh oleh Exterminator.
Salah satu pêlanggan klub yang mengenal Ayah dan Ibu Reika langsung memberikan kabar buruk kepada Keanu dan Reika. Dan hingga kini Ibu Reika belum dapat ditemukan. Keanu tidak ingin kehilangan cucunya juga karena orang yang sama. Namun di sisi lain Keanu pun tahu bahwa ia tidak boleh terus menerus memikirkan masa lalu.
Untuk menunda respon yang harus diberikan, Keanu menuangkan wine kembali ke dalam gelasnya lalu meminumnya perlahan. Ethan mengerti apa yang dilakukan Keanu dan hanya menunggunya dalam diam.
“Aku tidak bisa melarang Reika apabila ia bersedia. Lagipula aku tahu seseorang seperti dirimu tidak akan sembarangan minta tolong.”
Ethan membalas perkataan Keanu dengan senyuman tipis. Perkataan Keanu benar adanya. Ethan sudah berkali-kali menahan diri untuk meminta bantuan pada Reika selama ini padahal sudah mencurigai banyak hal tentang Time Pause, salah satu klub milik Irvine. Namun Ethan sendiri tidak bisa masuk ke dalam klub tersebut karena Reika mengatakan ada salah satu penyihir di sana yang bisa mengetahui umur dari seseorang. Bagaimanapun Ethan harus menyembunyikan umurnya dari orang lain bila tidak ingin mendapatkan masalah yang lebih besar.
“Aku akan meminta tolong Pedro untuk ikut juga. Oh… dan aku perlu bicara juga mengenai Nick. Sepertinya ia akan cuti sementara waktu.”
“Apakah ia berulah lagi?”
Ethan tertawa kecil mendengar perkataan Keanu. “Bukan. Dia hanya akan cukup sibuk teman lamanya. Aku menyuruh orang itu untuk mengajari Nick dengan intens.”
Mata Keanu membelalak sambil memajukan bibirnya. Beberapa detik kemudian sebuah senyuman terulas di bibir Keanu. Pembicaraan tentang Nick selalu bisa membuat Keanu terkejut dan memberikan ekspresi yang positif. Apalagi Keanu juga melihat orang di depannya sudah tidak sedingin yang ia kenal dua tahun lalu.
“Kamu sungguh berubah hingga bisa percaya mempercayakan sesuatu pada orang yang belum kamu kenal.”
Mendengar ucapan Keanu, Ethan menghela nafas dengan keras. Bukan hanya sekali ia mendengar dua ucapan yang sama dari orang yang berbeda. Baik Olly maupun Keanu seakan menjadi pendukung dan komentator akan tindakan-tindakan kecil yang ia lakukan terhadap Nick. Ethan membalas pandangan Keanu dengan alis yang dinaikan namun Keanu tidak berhenti tersenyum padanya.
Tidak mau berlama-lama dengan topik mengenai perubahannya terhadap Nick, Ethan meminta izin untuk keluar dari ruangan dan meninggalkan Keanu sendirian. Ethan masuk ke dalam ruang ganti yang sedang kosong. Saat itu memang belum saatnya ia bekerja sebagai bartender, namun ia bersiap-siap untuk berganti baju supaya dapat menyingkat waktu sebelum Reika datang. Ethan mendekati loker, mengambil kunci dari sakunya dan membuka pintu dari lemari besi di hadapannya.
Sebuah kemeja putih diambil dari gantungan loker setelah selesai membuka kaus hitam yang ia kenakan. Saat selesai melipat kausnya untuk disimpan, ia melihat sebuah barang yang tergeletak di atas alas yang berada sejajar dengan dadanya. Batu-batu berwarna navy tampak mengkilap dengan cahaya lampu yang menyorot ke arahnya. Pandangan Ethan terpaku pada benda itu sambil membayangkan kejadian di mana Nick hampir saja menangis karena dirinya.
Ethan mengambil gelang berwarna navy dan mengenakannya di tangan kiri. Gelang itu dimasukkan ke dalam lengan kemeja putih lalu Ethan mengancingkan lengan kemeja itu. Sambil berpikir wajah Nick yang akan tersenyum senang, tanpa sadar Ethan pun tersenyum saat itu.
Sebuah suara langkah kaki yang berisik membuat Ethan segera menyelesaikan kegiatannya di dalam ruang ganti baju. Orang yang ia tunggu sudah datang dan pikiran Ethan pun langsung terfokus kembali kepada rencana yang ia telah pikirkan sebelumnya.
Saat Ethan berada di ruangan Keanu, Reika sudah bersandar di sofa tempat Ethan duduk sebelumnya. Keanu pun langsung memberikan tempat duduk di sampingnya supaya pembicaraan Ethan dan Reika dapat berlangsung dengan nyaman. Dengan posisi duduk yang saling berseberangan antara dirinya dan Reika, Ethan memajukan badannya dengan menumpukkan kedua tangan di atas paha.
“Aku akan bertanya to the point. Apakah kamu bersedia bila aku memintamu mencari informasi dari klub yang dikelola oleh Irvine? Mungkin salah satunya kamu akan memasuki Time Pause lagi.”
Wajah Reika yang santai tiba-tiba menjadi serius begitu Ethan mengatakan salah satu nama klub yang ia kenal. Dua tahun lalu ia pernah hampir tertangkap Exterminator di Time Pause dan tidak akan selamat bila Ethan tidak menolongnya. Mata Reika yang terfokus pada Ethan lalu bergerak ke arah sosok di sampingnya. Dengan pandangan penuh tanda tanya, Reika bertanya pada Keanu tanpa perlu mengeluarkan suara.
“Aku sudah mengatakan padanya. Bila kamu bersedia aku tidak akan melarang," kata Keanu membalas pertanyaan yang disamarkan oleh pandangan bertanya-tanya dari Reika.
Reika tersenyum lebar kepada kakeknya, lalu memandang Ethan kembali. “Dan tentu saja aku tidak berkeberatan.”
Tidak ada yang merespon perkataan Reika dengan wajah kecewa. Bahkan Keanu pun hanya tersenyum kembali saat Reika memastikan respon Keanu terhadap ucapannya. Keanu sudah tahu pasti bahwa cucunya akan menyetujui rencana dari Ethan. Seorang jiwa petualang seperti Reika tidak akan ketakutan dengan sebuah hal yang dikatakan “berbahaya”.
“Tenang saja, Kakek. Aku sudah jauh lebih berhati-hati dari sebelumnya. Kakek tahu sendiri kan aku berubah menjadi lebih bisa menjaga diri sendiri sehingga aku bisa mempunyai pacar.”
Reika mengedipkan sebelah matanya kepada Keanu sambil menjentikan jari. Keanu hanya memandang sikap cucunya itu sambil menggeleng-gelengkan kepala.
“Jadi, informasi apa saja yang harus aku cari dan aku bisa ketahui dari sekarang? Tidak perlu, Kakek. Aku tidak perlu diberitahukan bahwa rencana ini akan berbahaya. Aku sudah tahu bila Ethan sampai datang terlebih dahulu kepada Kakek sebelum menemuiku, berarti rencana ini benar-benar serius,” kata Reika sambil memperlihatkan telapak tangan ke arah Keanu saat Keanu baru saja akan memotong kalimatnya.
Ethan dan Keanu saling berpandangan mendengar ucapan Reika yang diucapkan non-stop dengan kecepatan tinggi. Sebenarnya baik Ethan maupun Keanu bukan mempermasalahkan apakah Reika tidak tahu bahwa rencana ini berbahaya. Namun mereka berdua cukup khawatir karena Reika memang biasanya bersemangat akan suatu hal yang bersinggungan dengan hal-hal berbahaya.