Bola mata Ilona melihat ke arah Ethan lalu berpindah ke arah Keanu. Ada sesuatu yang mengganjal dalam pikiran Ilona setelah mendengar perintah Ethan untuk menceritakan tentang Kerajaan Alexandria. Selama ini ia hanya mengetahui bahwa Ethan adalah orang yang diutus untuk menjaga Putri Charlotte tapi ia bahkan tidak tahu siapa itu Ethan sebenarnya. Hal tersebut membuat Ilona kebingungan sejauh mana ia harus menceritakan tentang Kerajaan Alexandria.
"Apakah kamu akan mengerti apabila aku bercerita tentang Kerajaan Alexandria?" tanya Ilona memandang Ethan dengan kebingungan.
"Aku adalah mantan kepala pengawal kerajaan Alexandria yang mengundurkan diri pada masa Raja Trevor dan Permaisuri Josephine."
Mendengar nama mendiang Raja dan Permaisuri disebut, Ilona langsung membelalakan matanya. Bukan hanya mengetahui nama Trevor dan Josephine, Ilona pun sering bertemu dengan kedua orang tersebut karena ia sudah mulai membantu ibunya yang juga seorang pelayan sejak umur delapan tahun.
Setelah mencerna dua nama yang disebutkan, fokus Ilona berpindah pada orang yang sedang memandangnya dengan tajam saat ini. Sesuai dengan ingatan Ilona, orang di depannya adalah mantan kepala pengawal Alexandria yang menjabat dua periode sebelum Duncan karena Ilona tahu bahwa Leslie juga menjabat sebagai kepala pengawal di saat masa kepemimpinan Raja Trevor.
"Anda….. Skyf Oleander?"
Mungkin Ethan seharusnya merasa senang karena namanya masih dikenal oleh orang dari Kerajaan Alexandria. Tapi Ethan justru merasa aneh akan hal itu. Untuk para penduduk yang masih muda dan berumur kurang dari tiga puluh tahun seperti Ilona, seharusnya mereka tidak mengenal nama Skyf Oleander. Bahkan Putri Charlotte pun hampir saja lupa dengan namanya begitu Ethan bertanya. Jadi Ethan sudah mengantisipasi bahwa ia dikenal bukan untuk sesuatu yang baik.
"Namaku disebut setelah Putri Charlotte menghilang?"
Ilona mengangguk dan berarti asumsi Ethan selama ini pun benar. Kemungkinan besar namanya disebutkan oleh Putri Alice karena mereka bertemu tepat saat Ratu Josephine terbunuh.
"Kalau begitu aku bisa menceritakan apa yang terjadi dua tahun lalu. Ceritanya akan cukup panjang."
"Aku akan mendengarkan," kata Ethan sebagai tanda mempersilahkan Ilona untuk bercerita.
"Setelah Putri Charlotte menghilang dua tahun lalu seluruh kerajaan menjadi gempar. Pada awalnya Nona Leslie sama sekali tidak mengatakan apa-apa tentang menghilangnya Putri Charlotte. Bahkan tidak semua pegawai istana tahu bahwa Putri Charlotte pergi dari Kerajaan Alexandria pada waktu tengah malam. Tidak lama kemudian banyak sekali gosip yang beredar di kalangan para pegawai istana. Ada yang mengatakan bahwa Putri Charlotte sudah meninggal namun beritanya disembunyikan oleh para petinggi kerajaan. Ada yang mengatakan bahwa Putri Charlotte sebenarnya tidak keluar dari kerajaan sama sekali dan dikurung dalam suatu tempat."
Ilona menarik nafas panjang dan mengeluarkan dari mulutnya. Dari ekspresinya, Ilona terlihat cukup berat saat menceritakan masa lalunya namun ia tidak bisa membuat kedua orang di sampingnya ini menunggunya untuk berbicara. Apalagi ia tahu bahwa salah satu dari kedua orang itu adalah orang yang tidak sabar.
"Dan satu hal yang semakin lama semakin dijadikan sebuah fakta hingga saat ini adalah… Nona Leslie selaku pemimpin kerajaan berusaha melakukan pembunuhan terhadap Putri Charlotte. Sejujurnya banyak sekali pegawai dan pengawal istana yang ingin membela Nona Leslie, namun kami tidak punya kuasa apa-apa saat para petinggi memberikan pengumuman. Pada saat yang bersamaan Nona Leslie pun menghilang. Mengetahui kekuatan magisnya yang bisa menghilang, semua pengawal dikerahkan untuk mencarinya setiap hari. Jadi setelah pengumuman itu terdapat pengumuman lain yang mencantumkan Nona Leslie sebagai buronan kerajaan. Dan di bawah nama Nona Leslie, nama Skyf Oleander juga dijadikan buronan kerajaan karena merupakan salah satu tersangka atas kehilangan Putri Charlotte."
Ethan langsung melirik ke arah Ilona saat mendengar namanya disebut. Seorang pemimpin dilengserkan oleh para petinggi kerajaan. Seorang mantan pengawal yang sudah mengundurkan diri dijadikan tersangka. Tanpa perlu mendengar kelanjutan dari Ilona, Ethan sudah yakin situasi Kerajaan Alexandria akan berubah seratus delapan puluh derajat setelah Putri Charlotte keluar dari sana.
"Para pegawai kerajaan yang berada di luar istana pun terbagi menjadi tiga kubu. Kubu yang mengikuti Putri Alice sebagai pemimpin sementara dan kubu yang masih percaya pada kepemimpinan Nona Leslie. Kubu yang terakhir dan merupakan mayoritas para pegawai kerajaan…. adalah yang melakukan kerusuhan terus menerus.
"Aku tidak dapat melupakan masa-masa itu. Setiap saat kami, para pegawai istana, harus berjaga-jaga setiap malam supaya tidak ada orang yang menyusup ke dalam tempat tinggal kami. Setiap malam para pegawai di luar istana menarik kami satu per satu untuk bergabung dengan mereka dan melakukan kudeta terhadap kepemimpinan saat itu. Setelah beberapa bulan hidup dalam ketakutan, kami akhirnya diizinkan masuk ke dalam istana. Jembatan yang menghubungkan tempat tinggal kami dan istana dijaga ketat oleh para pengawal kerajaan. Bahkan saat kami berjalan masuk ke dalam istana lewat jembatan, kami diperiksa satu per satu oleh pengawal supaya tidak ada penyusup yang menyamar menjadi pengawai istana.
"Pada awalnya kami mengira kondisi istana akan lebih baik untuk tempat tinggal kami. Ternyata tidak. Dua kubu yang aku jelaskan di awal pun terjadi di dalam istana. Para petinggi kerajaan yang mengikuti pemerintahan Putri Alice bersikap otoriter dan berusaha membatasi semua hal bagi kami. Mereka…. bahkan seringnya tidak menganggap kami sebagai manusia. Mereka bahkan lebih baik terhadap hewan peliharaan dibandingkan dengan kami."
Sebuah gelas berisikan air mineral disodorkan oleh Keanu kepada Ilona. Sambil tersenyum, Keanu menepuk-nepuk pundak Ilona. Keanu paham betul bahwa Ilona berusaha tegar saat menceritakan masa lalunya yang mengerikan karena terdengar dari suara gadis itu yang mulai bergetar.
Setelah berterima kasih dan meneguk air minum, Ilona melanjutkan, "Aku tahu kubu yang lain tidak bisa banyak berkomunikasi dengan kami karena sebuah peraturan bahwa kami dilarang berkomunikasi satu sama lain selama berada di dalam istana.
"Jadi ada saat di mana kami, para pegawai istana, saling bertukar surat dengan kubu yang masih mempercayai kepemimpinan Nona Leslie. Biasanya kami akan memberikan surat tersebut di dalam makanan Nyonya Matilda, selaku salah satu petinggi yang berada pada kubu Nona Leslie."
"Matilda Winifred? Guru disipliner yang sudah berumur sekitar enam puluh tahun?" pertanyaan Ethan mengundang anggukan dari Ilona. Lalu Ethan mempersilahkan Ilona untuk melanjutkan dengan menunjuk dengan telapak tangan yang mengarah ke atas.
"Aku tidak tahu pasti siapa lagi yang berada pada kubu Nona Leslie. Awalnya sikap Nyonya Matilda pun tidak berbeda dengan para petinggi lainnya. Namun ia pernah memergoki kami yang sedang berkumpul di dapur untuk membicarakan Nona Leslie. Bukannya memarahi kami, beliau justru memberikan sebuah kertas yang akhirnya dipakai sebagai wadah komunikasi kami. Dari surat-surat itulah aku mengetahui bahwa Putri Charlotte selamat dari peperangan yang terjadi saat beliau keluar dari Kerajaan Alexandria."