"Bu, sebenarnya dia adalah kekasihku"
Rafael menggenggam erat tangan Jessie, membuat sang empu melotot terkejut mendengarnya.
Pun Ralina tak beda jauh, hanya saja wanita paruh baya itu masih bisa menyembunyikan keterkejutannya dengan sangat baik. Mimiknya kembali datar dengan bibir yang mengatup rapat. Ujung alisnya reflek terangkat dengan gerakan tangan yang sengaja mengusap rambutnya, membuang sisa-sisa keterkejutan yang masih ada.
"Oh, jadi ini alasanmu menolak perjodohan Rafael?" tanya sang ibu, dia mulai berdiri mendekati anaknya dan juga si gadis yang hanya bisa terpaku diam. Sorot matanya menilik setiap jengkal kekasih anaknya, tak lupa memutarinya untuk menilai penampilannya.
Rambut kuncir kuda, kaos yang tertutup celemek, celana jeans, sneakers kotor, dan wajah tanpa make up.