Malam itu terasa lebih dingin dari malam sebelumnya, langit agak mendung, bintang yang tadinya menggantung cantik seketika tertutup awan kabut dengan cepat.
Rafael sudah menyiapkan lasagna untuk makan malam keluarga kecilnya, dia membawa lasagna itu ke meja makan. Senyumnya mengembang saat melihat si kecil dengan rajinnya menatap meja makan mereka.
"Pintar" puji Rafael lalu memberi satu kecupan di pucuk kepala sebagai hadiah.
Queenzy pun terkekeh kecil saat mendengar pujian dari ayahnya, dia senang mendapat pujian.
"Oh ya, Randy mana?" tanyanya saat tak melihat batang hidung anak sulungnya di meja makan.
Si kecil menggedikan bahunya, "sepertinya di kamar, Queenzy akan memanggilnya" katanya hampir turun dari kursi yang sudah dia naiki dengan susah payah tadi. Kursi makan mereka memang