Malam itu terasa sangat panjang untuk kedua insan yang sedang dimadu asmara. Jessie meletakkan segelas kopi di atas meja dan balasannya adalah senyuman tampan kekasihnya.
"Makasih" kata si tampan tak mengurangi kadar ketampanannya.
Jessie ikut membalas dengan senyuman, dia duduk di depan Antolin, memperhatikan kekasihnya menyeruput kopi buatannya.
Antolin sengaja mengecap bibirnya, "kopimu masih tetap menjadi paling favorit"
Jesaie melengkungkan matanya menjadi senyuman, lalu memangku dagu agar dapat menatap Antolin lebih intens. Memandang Antolin memang tidak pernah membosankan, itu seperti aktivitas wajib yang harus Jessie lakukan setiap hari.
Matanya, hidungnya, rahangnya, pahatan yang begitu indah, begitu mengaggumkan. Jessie pun yakin jutaan wanita di luar sana juga akan berpikir