Roy mengajakku masuk. Melihat kondisi rumahnya, sepertinya ia sudah Sangat berubah. Jantungku berdegup kencang. Perasaanku merasa sangat tidak enak, rasanya ada yang salah.
Roy mendekatiku dengan gaya yang sangat aneh. "Roy sebenarnya...."
"King Alfredo telah mengangkatmu menjadi putrinya. Dan kau menjadi putri Hersh yang misterius itu... Dan kau mendapatkan kekuatan sehingga kau dapat menjadi jendral besar seperti sekarang. "
Vale hanya ternganga mendengarnya. " Darimana kau tau??" Tanya Vale. Roy hanya tersenyum licik, " anggap saja suara dalam otakku ini yang memberi tauku." Ia tersenyum lagi. Vale merasa, jika Roy bukanlah Vale yang dulu. Vale tidak mengenalinya lagi.
Vale berdiri secara tiba-tiba dan pergi menuju pintu. Tapi Roy menghadangnya. " Apa... Yang kau lakukan..." mata Vale tampak berubah menjadi ungu terang, kekuatan dalam tubuhnya tampaknya sudah memberontak keluar. Seketika Roy menemukan tangan kanannya dipundak Vale. Vale tersentak, dan langsung tidak sadarkan diri.
..... Ketika Vale tertidur .....
Roy membawa Vale ke perkemahan nya. Ia disambut oleh Dennish dengan tatapan tajam. Ia langsung merebut Vale dari gendongan Roy. Ia langsung berlari menuju ke tenda Vale, dan kebetulan Roy mengikutinya.
Dennish membawa Roy keluar dari tenda Vale, " apa yang kau lakukan padanya?" Tanya Dennish kepada Roy dengan sedikit berteriak membuat semua prajurit yang berada di sekitar situ memperhatikan mereka.
" Ia tertidur dan aku membawanya kembali." Jawab Roy. Sosok yang benar-benar berbeda, sekarang iris matanya berubah menjadi merah seperti api yang berkobar. Ia melemparkan bola api kearah Dennish sehingga dennsih terhempas. Dennish langsung mengejar Roy yang seketika berpaling darinya. Ia langsung merubuhkan Roy dan menghajar Roy.
" Katakan... Apa yang kau lakukan padanya..!!" Teriak Dennish tepat di telinga Roy yang berada di bawahnya. Roy kembali melawan, ia mendorong tubuh Dennish dan memukulnya tepat pada wajah nya.
Mereka saling memukul, para prajurit Hersh hanya mengelilingi dan melihat mereka. Dennish kembali jatuh, dan Roy mundur beberapa langkah. Ia memejamkan matanya dan mulai menyihir Dennish sehingga dennsih tidak bisa mendekatinya lagi. Roy meniupkan sedikit awan sihirnya. Dan Dennish tidak bisa bergerak lagi.
" Aku hanya memainkan sedikit, mimpi untuknya. Apakah itu salah?" Jawab Roy dengan penuh ejek dihadapan Dennish. Dennish sangat marah tetapi ia tidak bisa bergerak. Rou beranjak pergi dan menghilang bagai debu yang diterpa angin.
Sihir Roy pada Dennish tak kunjung hilang ia terus terpaku di tempat itu. Semua prajurit telah berusaha untuk membantunya tetapi tetap saja tidak bisa.
Yahh.... Dennish yang malang mencoba mengalihkan sesuatu yang tidak biasa ia kalahkan.
......
" Vale... Vale..." Suaa seorang wanita menyentuh telinga Vale dengan sangat lembut. Wanita itu membelai pipi Vale dengan tangan selembut sutera. Vale tidak dapat melihat jelas wajah wanita itu. Ia mengipitkan matanya. Nampak rambut coklat pirang yang sangat familiar.
Mata Vale terbelak melihat ia ternyata bangun dipangkuan ibu kandungnya. " Mama..." Bisik Vale dengan suara hampir menangis. Wanita berkulit putih itu tersenyum manis. Vale dengan spontan langsung memeluk ibunya yang sudah lama ia rindukan.
Dengan penuh airmata ia memeluk erat-erat ibunya. " Ibu sangat merindukanmu Vale.." bisik wanita itu. Vale terus terpejam. Dan ketika ia membuka matanya berdiri sosok pria yang sangat ia kenali.
Ia King Alfredo, King Alfredo tampak mengarahkan sebuah busur kearah Vale. Lalu jleb...!!! Anak panah itu mengenai ibu Vale yang berada didepan Vale.
Suasana berubah menjadi dingin seketika. Vale terpaku melihat ibunya bersimbah darah. " Ba...las...kan...Kematian ku Vale putriku..." Ucap ibu Vale yang tengah meregang nyawa. Airmata kembali membasahi wajah Vale. Vale berteriak sangat keras....
Dan seketika tubuh wanita itu hilang. Vale tersentak bingung. "A...apa...??"
Vale melihat sekelilingnya hanya kegelapan yang ada disekitarnya. Dingin begitu mencekam.
" Aku akan mengubahnya menjadi senjata..." Seketika suara itu muncul dari kegelapan. Vale melihat bayangan ayah tirinya itu. Vale sangat marah dan menyedang bayangan itu. Tapi bayangan itu menghilang seketika seperti asap.
" Vale...Vale..." Suara lembut ibu Vale terngiang-ngiang di kepala Vale membuat Vale sangat bingung. Kegelapan disekitarnya menjadi ikut berputar-putar. " Hentikan....!!! hentikan...!!!" Teriak Vale ambil menutup matanya seketika berlutut dan tidak sengaja memancarkan kekuatan sihirnya. Sehingga sihir Roy pecah...dan Vale bangun dengan penuh keringat membasahi tubuhnya, baju dan spreinya basah seperti habis diguyur hujan .
Vale terengah-engah duduk diatas kasur putihnya... Amarah itu masih ada didalam hatinya. Amarah itu menumpuk, mimpinya terus terngiang-ngiang dalam memorinya...
" Ibu aku akan membalaskan kematian mu.." ucap Vale.
Melihat seluruh prajurit begelrombol didepan kamarnya ia langsung bangkit dari tempat tidurnya. Ia berjalan perlahan keluar dan ia tersentak kaget atas apa yang ia lihat....
------------
Ia melihat Dennish si jendral perkasa sedang mematung tidak berdaya. Vale kaget melihat Dennish. Ia melihatnya sekali lagi. Dan ia mulai tertawa, hingga membuat para prajurit yang berkumpul sangat bingun. Prajurit itu melihat satu sama lain dengan raut wajah bingung. Sementara Vale terus menertawakan Dennish. Dennsih hanya bisa pasrah, dan menatap Vale terus.
Vale terus tertawa, dan ia menatap semua prajurit yang menatapnya satu persatu. " Apa yang kalian lihat... Ayo kembali bekerja.." ucap Vale tegas membubarkan gerombolan prajurit.
Segera setelah para prajurit itu bubar dari tempatnya. Ia kembali menatap Dennish. Tawa Vale kembali pecah ketika dennsih berkata "apa...??" Dengan muka polosnya. "Aku mohon Putri berhentilah tertawa dan bebaskan aku..." Ucap dennsih memohon. Tapi Vale tak kunjung memberhentikan tawanya. " Ak mohon Vale..." Pinta Dennish lagi dengan wajah memelas.
Akhirnya Vale membebaskan Dennish dengan sekali kibasan tangan. " Roy temanmu... Apa yang ia lakukan padamu Vale?" Tanya dennish. Vale menatap Dennish bingung. Lalu Dennish menceritakan segala runtutan kejadian setelah Vale jatuh pingsan.
Vale tersentak lagi, bagaimana Roy bisa melakukan semua itu? "Vale dimana kalungmu..??" Tanya Dennish memecahkan lamunan Vale. Vale melihat.. hanya ada kalung naganya. Ia mencari-cari kalung pemberian dennsih tetapi tidak ada dimana-mana. " Dimana aku menjatuhkannya??"
------------
" Bodoh....!!" Teriakan Elisa bergema diseluruh sudut ruangan. Ia melempar sebuah kalung, berbatu warna-warni. Ya itu kalung Vale yang hilang...
" Apa kau sangat bodoh...!!" Teriak Elisa lagi. Ia memarahi anak buahnya yang sangat tidak becus. " Aku bilang kalung berliontin naga amethys. Bukan kalung pelangi murah an itu..."
Teriak Elisa lagi...
"Maafkan aku yang mulia, aku akan mencobanya sekali lagi. Ijinkan aku yang mulia. " Ucap bawahannya itu ambil menunduk. " Tunjukan bahwa kau berguna...!! Tunjukan padaku bahwa aku tidak sia-sia memberimu kekuatan!!!" Ucap Elisa sedikit menunduk kepada bawahannya. "Atau kau akan membayarnya dengan nyawamu." Bisik Elisa ...
-----------