Mendengar kabar kematian Vale Elisa terus terpuruk dalam kesedihannya selama beberapa bulan. Setiap hari ia menyiksa Selin. Selin kini berada di penjara bawah tanah. Ia terikat rantai berduri, ia tidak bisa bergerak sedikitpun atau pun makan. Ia sangat kurus dan lemah.
Deg...deg...deg...
Suara langkah kaki menuruni tangga. Seketika jantung Selin mempercepat denyut nadi nya. Tubuhnya bergetar. Darah terus menetes dari tangan dan kakinya. Ia terus bergetar tak bisa bergerak. Detak jantungnya ia rasakan semakin cepat, mungkin Monster itu juga merasa ketakutan.
Krekkk... Suara pintu di buka. Seorang prajurit melepaskan ikatannya dan menggiringnya kehadapan Elisa. Prajurit itu memapah Selin dan sedikit kasar mendorong Selin hingga ia terjatuh kelantai. " Bersiaplah Selin, kita akan berperang