Dalam menghadapi lawan yang cukup tangguh "DRAKA" telah menguasai teknik perang yang ia pelajari dari "KALAM" sang kepala suku "SALENKA".sehingga fapat mengimbangi setiap serangan dari sang kepala suku"KARKAS" tersebut.
Suara pedang yang saling beradu terdengar bersahutan dan "FREYA" juga tak kalah gesitnya dalam menghadapi para pasukan suku lawan dengan ilmu sihirnya,pertempuran berlangsung sengit dan seru sabetan pedang lecutan anak panah menghiasi di seluruh medan pertempuran tersebut tak terasa waktu melewati tengah hari setelah serangan demi serangan yang "DRAKA" keluarkan ia mulai menguasai jalannya pertempuran atas lawannya
Disaat sang kepala auku "KARKAS" mulai melemah dan terdesak tanpa menyia-nyiakan peluang tersebut "DRAKA" menghunuskan pedang tepat di jangtung lawannya meski ia juga terkena tendangan dari lawannya namun "DRAKA" bisa bangkit lagi dan dengan cepat menebas leher sang lawan mengakibatkan tewasnya sang kepala suku "KARKAS".
Melihat sangkl kepala sukunya tewas,para pasukan suku"KARKAS" mulai mundur dan perlahan meninggalkan desa"SABRON" pulang menuju tempat tinggalnya semula.
Kemenangan ini disambut antusias oleh penduduk desa juga para pasukan dari suku"SALENKA" meski harus berkorban nyawa dan materi namun mereka terlihat sangat bahagia atas kemenangan pertempuran ini.
Mereka mulai menolong dan mengobati penduduk yg terluka dalam pertempuran serta mengubur para korban yang tewas dibantu oleh "FREYA,KALAM dan pasukan dari suku " SALENKA" secara bahu membahu dan goyong-royong.