Setalah dirasa cukup waktu dan mumpuni "DRAKA" dan "KALAM" mencoba mengatur strategi dalam proses pembebasan 'FREYA dan NAGRO", beberapa ide cova didiskusikan mereka berdua hingga menyepakati teknik yang terbaik yaitu teknik gerilya dan hipnotis.para pasukan dati suku "ARGAMIS" dan "SALENKA bergerak menuju ke tempat dimana suku"KARKAS" bermukim.hingga akhirnya mereka tiba di tepi desa namun mereka tidak langsung memasuki desa tersebut melainkan menunggu malam tiba.
Setelah hari mulai gelap mereka memasuki desa dan "KALAM' MLmelancarkan olmu hipnotisnya agar.para pasikan suku 'KARKAS" Merasa mengantuk dan tertidur sehingga dengan mudah dan cepat bisa sampai ke tengah desa. "DRAKA' mencari tempat dimana 'FREYA dan NAGRO" ditawan,setelah beehasil membebaskan keduanya dengan cepat mereka menuju ke ujung desa dan kembali ke kampung "SABRON"
Ke esokan harinya suku"KARKAS" dibuat heboh dengan hilangnya dua tawanan mereka dan membuat sang kepala suku marah besar dengan segera memwrintahkan para pasukannya untuk mengejar kawanan 'DRAKA" yang telah membuat kegaduhan di desanya.Para pasukan bergerak secara serabutan karena takut akan kesalahannya atas hilangnya dua tawanan yg lepas.para pasukan tersebut berangkat menuju ujung desa dan bergerak cepat mengejar "DRAKA" beserta pasukannya.
Di sisi lain "DRAKA' dan pasukannya telah sampai di ujung deaa "SABRON"dan mulai masuk ke dalam desa satu persatu hingga semuanya dalam keadaan aman.