Pergi ke rumah Hanum dengan wajah yang sumringah. Untung saja semua kebutuhan sang bayi sudah dikerjakan dengan baik. Bahkan bibi Darmi pun tak keberatan untuk menjaga Pras, karena saat bibi Darmi sakit semua pekerjaannya dapat diatasi dengan baik oleh Sekar yang tak lain adalah Ningrum itu.
Alamat Hanum sudah berada di depan mata. Sekar melangkah dengan pelan, sembari memastikan jika rumah yang berada di depannya itu benar-benar rumah Hanum. Sekar tak mau salah dalam pencariannya.
Dia kembali melihat ponselnya, membaca sebuah alamat yang sudah diberikan Hanum kepadanya itu. Dan akhirnya, Sekar pun meyakini jika apa yang berada di depan pandang matanya tak salah.
Seketika Sekar segera mengetuk pintu rumah itu dengan cepat. Tak lama Hanum nampak membuka pintu dengan sneyum lebar nan hang