Teguh yang melihat Sekar begitu tak terduga lagi tangisnya. Hatinya teriris. Semakin tak tega dengan kenyataan yang harus dilalui. Teguh segera mendekap tubuh Sekar, dia tak mau wanita itu terus terpuruk dengan apa yang baru terjadi dalam hidupnya itu.
“Aku tidak bisa melihat, tolong aku, Mas.”
“Sekar, kamu yang tenang, kamu pasti sembuh.”
Tangisan Sekar sama sekali tak bisa berhenti. Dia terus saja mengeluarkan kristal beningnya itu dalam jumlah yang tak dapat dihitung lagi. Bahkan Sekar tak bisa mengontrol dirinya sendiri. Dia membuang semua benda yang ada di sekitarnya.
Bantal, selimut menjadi amukan Sekar hanya untuk melampiaskan kemarahannya. Teguh merasa gagal, dia tak bisa membuat Sekar tenang, bahkan Teguh harus harus memencet tombol bantuan agar Sekar bisa mendapatkan penangan