Terlihat cairan merah pekat keluar dari tangan Undrew yang sedang memegangi kuping kanannya dengan sangat erat.
"Drew, kupingmu!" kaget Alaric, ia sangat panik melihat darah yang keluar dari kuping kanan Undrew.
"Apa yang harus kulakukan?" miris Undrew seraya menutup kedua matanya. Tangannya bolak-balik menutupi kuping kanan dan kirinya, takut apabila di masa depan ia akan cacat karena tidak dapat mendengar.
"Kalian semua jangan panik!" teriak Kepala Sekolah secara tiba-tiba. "Kalian ingat pelajaran kekuatan pikiran?" tanya Kepala Sekolah.
"Ingat, Pak!" ucap Alaric dan Petra antusias.
"Hah? Yang mana Pak? Seingat saya tidak ada," bingung Ken.
Dalam sekejap Kepala Sekolah mendelik kesal ke arah Ken, sekarang dirinya mengerti bahwa sekolah terkenal seperti EHS memiliki murid tidak