Matahari terbit dan bulan tidak menujukkan tanda pergerakan sama sekali. Ia hanya diam di angkasa tanpa memperdulikan sang mentari yang mulai timbul dan mendekati si ratu malam. Dan hal tersebut sontak menimbulkan rasa bingung bagi orang-orang yang baru pertama kali melihatnya.
Tetapi tidak dengan Kepala Sekolah.
Raut wajah pria paruh baya tersebut terlihat sangat panik dan ketakutan. Keringat dingin mengalir deras dari pelipisnya, dan otaknya serasa dikuasai oleh suatu hal yaitu, kemungkinan-kemungkinan buruk, dan terlebih parahnya ia tidak mampu melupakan berbagai kemungkinan tersebut yang sudah ia takutkan selama dirinya menjadi kepala sekolah di EHS.
"Sial! Hal buruk yang selalu terngiang di kepalaku sejak dulu sekarang akan menjadi kenyataan. Ini berbahaya!" gumam Kepala Sekolah