Alaric menaikan sebelah alisnya, dahinya berkerut. "Apa maksudmu?" ujar Alaric berbisik. Mata samudranya baru saja tersadar kalau kedua manik biru Lucas menyala di dalam kegelapan hutan.
"Calista, apa kau penasaran dia berada di mana?" dengan cepat Alaric menganggukkan kepalanya, "kalau begitu dengarkan aku, letakkan kembali belatimu itu, atau kau akan menakutinya," lanjut Lucas, "saat ini Calista berdiri tepat di belakangmu!" kata Lucas pelan. Alaric yang mendengar ucapan Lucas terbelalak, ia menjatuhkan belatinya dan segera memutar balikkan badannya.
Dia menatap lurus ke depannya, dan membelalakkan matanya, lalu beralih menoleh kanan, juga kiri. Tak melihat apapun, Alaric kembali membalikkan badannya dan menatap Lucas dengan tatapan tajam yang sangat sinis.
"Kau main-main denganku,