Kedelapan orang yang mendengarkan perkataan Calista tersebut pun akhirnya dengan kening yang berkerut datang menghampiri tempat dimana gadis itu saat ini sedang berdiri terpaku dengan kepala yang mendongak. Mereka semua pun sontak ikut mendongak ke arah yang ditunjuk oleh Calista, dan dalam sekejap mulut mereka terbuka lebar karena mengagumi alat yang sedang berdiri kokoh di halaman belakang gubuk yang mereka tempati saat ini.
"Besar sekali," ujar Hera. Ia berlari keluar dari gubuk kemudian menjauh dari alat perang itu agar dapat melihat alat perang tersebut dengan lebih jelas.
Tapi apa daya dengan ukurang yang sebesar itu yang malah pucuk dari alat perang tersebut pun tidak masuk ke dalam penglihatannya barang sedikit, gadis tersebut akhirnya pun memilih untuk menyerah melihat alat te