Sisa satu kilometer sebelum kedua insan itu kembali tiba di pelataran. Langit mendung dan awan-awan kelabu menggantung di atas kepala mereka. Kelam membuat bayang pohon terlihat saru, sebelum jatuh lebih jelas seiring pelataran di depan sana semakin dekat. Mereka bergandeng tangan menyusuri pohon-pohon di sisi kanan-kiri, sejuk angin yang berembus menyertai keduanya.
Arcaviel menarik napas, lalu membuangnya beberapa detik kemudian. Putri Aeradale merasakan bagaimana paru-parunya bekerja dan oksigennya disaring dengan sedemikian bersihnya. Gadis bersurai cokelat pirang itu jelalatan mengamati sekitar mereka, padahal ia sudah melakukannya bahkan dari awal mereka memasuki sekitaran hutan.
Entahlah, ia hanya mulai merasa nyaman di tempat ini dan rasanya ingin sekali untuk terus memanjakan m