Sudah lebih dari setengah jam Trugeris menatap Vizena yang tengah duduk dihadapannya sambil menikmati kue kesukaannya. Tak ada satu patah kata pun yang keluar dari bibir Trugeris, dia benar-benar hanya menatap Vizena, seolah-olah dia sedang mencari jawaban atas pertanyaan yang tak terjawab.
"Aku sudah menghabiskan semuanya, apa Guru akan terus diam seperti itu?" tanya Vizena.
"Apa masalahnya?" Trugeris berbalik memberikan pertanyaan.
Setelah dia mengumumkan akan mengirimkan prajurit untuk membantu Leoxard mendapatkan Luxorth, dengan terang-terangan Vizena mengatakan akan turut serta.
"Aku tidak mengerti maksudnya," jawab Vizena.
Trugeris melipat tangan di depan dadanya sambil menatap Vizena dengan mata yang menyipit. Dia sama sekali tidak mengerti jalan pikiran Vizena. Apakah dia i