Mae telah menantikan hari ini, hari dimana dia dapat pergi menjalani misi di Planet Orla, planet di mana dia secara misterius muncul dan bertemu dengan teman-teman satu timnya sekarang. Hari ini adalah hari pertama Mae resmi menjadi pasukan Arz setelah menjalani pelatihan menggunakan program VR.
Mae, Lunar, dan Ava, mereka masuk ke dalam tim inti Uricle. Tim yang dikomandoi oleh seorang dewan penjaga, Fenz. Selain tim mereka masih ada lima tim lagi yang dipimpin langsung oleh dewan penjaga.
Hari ini mereka akan memulai misi baru mereka di Planet Orla sebagai pasukan resmi Arz bukan Arz trainee. Mereka berkumpul di kapal 11, salah satu kapal dari armada luar angkasa Uricle, yang merupakan kapal penyimpanan nemesis, robot yang akan mereka gunakan untuk misi. Selain kapal 11, ada beberapa kapal yang menyimpan nemesis.
Di hadapan mereka telah berdiri kokoh, robot yang akan mereka gunakan, Mereka berbaris sesuai dengan urutan tim. Fenz merupakan kapten tim pertama yang berdiri di paling kanan, di belakangnya berbaris enam anggota timnya, Mae, Lunar, dan Ava adalah anggota termuda tim itu. Termuda bukan berarti dari segi usia, tetapi anggota tim yang baru saja bergabung. Setelah ketiga anggota termuda itu masuk, tim Fenz menjadi sedikit aneh. Tim lainnya berisi enam orang, sementara timnya tujuh, setelah Mae bergabung dengan cara yang misterius.
Di sebelah kirinya masih ada empat tim yang ikut upacara peluncuran misi mereka. Satu tim dewan penjaga tidak ikut dalam misi ini, yaitu tim Rez, ketua dewan penjaga. Timnya mendapat tugas untuk menjaga kapal induk sementara kelima dewan penjaga lainnya pergi untuk misi.
Rez, berdiri di hadapan mereka membelakangi robot-robot nemesis yang masih dalam keadaan off.
“Kalian tahu… aku sendiri sangat ingin ikut dalam misi ini, tetapi ada hal lain yang harus aku lakukan untuk kapal induk kita. Aku harap kalian dapat pulang dalam keadaan selamat,” katanya menutup upacara peluncuran misi hari ini. Rez kemudian keluar dari ruang peluncuran nemesis.
Seorang wanita berwajah oriental dengan rambut hitam panjang yang dikepang dua mendekati Mae sembari tersenyum padanya. Dia adalah Miyuki, salah satu anggota tim dewan penjaga Itasuke. Miyuki mengulurkan tangannya kepada Mae dan memberikan ucapan selamat atas keberhasilannya menyelesaikan pelatihan dasar.
“Aku sudah yakin sejak pertama melihatmu, kamu memiliki potensi untuk menjadi Arz terbaik,” katanya. Lalu dia berpindah menatap Lunar yang berada di belakang Mae. “Kamu juga, aku bisa merasakan insting bertarungmu sangat tajam,” katanya sambil sambil tersenyum ramah sambil berpaling tanpa menunggu Lunar mengatakan sesuatu.
Lalu Miyuki berpapasan dengan dua orang pria yang berwajah mirip, hanya tatanan rambut yang membuat keduanya berbeda. Haku dengan rambut panjang sebahu yang sebagiannya diikat ke atas dan rambut tipis di bagian dahi, sedangkan Haru yang berambut cepak di bagian atas dan bagian belakang yang lebih sedikit dibiarkan panjang hingga ke punggung dan diikat.
Kedua pria itu berjalan menghampiri Lunar, Mae, dan Ava sambil melambaikannya tangannya dan melepaskan senyum yang ramah.
“Senang bertemu kalian, sudah lama tim Fenz tidak lengkap seperti ini.” ujar Haku mendahului saudara kembarnya. “Aku Haku dan dia Haru, kami anggota timnya Elara.”
Lunar sedikit terkejut dengan keberadaan mereka, dia tidak menyangka ada saudara kembar dalam satu tim di pasukan Arz. Lalu Lunar memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya kepada Haku dan Haru secara bergantian. “Aku Lunar, salah satu anggota muda, senang bertemu kalian.”
Mae dan Ava juga terkejut dengan saudara kembar itu, mereka memperhatikan wajah Haku dan Haru secara bergantian. Lalu Ava mendahului Mae mengungkapkan kekagumannya.
“Aku Ava… mohon bimbingannya.” kata Ava sambil memasang wajah takjub. “Aku baru melihat ada saudara kembar dalam satu tim, kalian sungguh luar biasa.”
Kedua pria kembar itu sedikit terkekeh, “Yah… saat kami mendaftar menjadi Arz, banyak orang yang terkejut melihat kami berdua. Hingga kami masuk ke dalam tim Kenos pun, teman kami yang lainnya masih tidak percaya.” ujar Haru dengan wajah bangga.
“Oke, kami akan kembali ke barisan tim kami, jaga diri kalian.”
“Kalian juga hati-hati senior,” kata Mae menutup pembicaraan mereka.
Kelima tim beserta anggotanya kemudian berlari menuju barisan nemesis yang akan mereka gunakan. Mereka ingin segera mencapai nemesis lalu menyelesaikan misi mereka.
Ghult, salah satu anggota tim Fenz, terlihat tidak senang dengan keadaan ini. Dirinya terpaksa harus menerima ketiga anggota muda itu. Terlebih wanita misterius yang tidak jelas asal usulnya dan baru dia temui saat misi sebelumnya juga ikut masuk ke dalam timnya itu. Wajahnya yang muram menunjukkan rasa kesal, tetapi dia memutuskan menyimpan kekesalannya itu untuk dikeluarkan di lain kesempatan.
Lunar yang melihat Ghult merasa sedikit ngeri dengan aura yang dikeluarkan orang itu, aura seakan ingin membunuh seseorang. Seketika dia mengkhawatirkan Mae yang berdiri di sebelahnya. Dia berbalik menatap Mae yang tengah menaiki papan pijakan yang terbuat dari logam untuk masuk ke dalam palka pod nemesis. Kemudian dia menepis semua rasa khawatirnya dan naik ke papan pijakan dan masuk ke dalam palka pod nemesis miliknya.
“Kalian sudah siap?” Suara Fenz terdengar dari saluran komunikasi yang terpasang pada setiap nemesis timnya.
“Ya!” jawab keenam anggota tim secara berbarengan meski dengan nada suara yang berbeda. Suara Mae, Eucli, dan Ava terdengar sangat bersemangat, Melfon yang ragu-ragu, dan suara Lunar dan Ghult yang terdengar biasa saja.
Fenz sedikit cemas dengan kedua orang itu, Lunar dan Ghult hubungan keduanya dapa dikatakan tidak baik. Ghult tidak terlalu senang dengan Lunar, namun dia berpikir bahwa Ghult sebenarnya perhatian dengan Lunar karena dia mengingatkan dengan temannya yang telah tiada, Myrtle.
Fenz memulai peluncuran nemesis, dengan aba-aba yang dia berikan kepada anggota timnya dan juga empat tim lainnya, robot-robot nemesis perlahan berjalan menuju exit lalu terbang ke angkasa menuju Planet Orla.
Untuk sampai ke planet yang menjadi tujuan mereka, dibutuhkan waktu hanya 30 menit, nemesis telah dilengkapi dengan photon wings yang memungkinkan robot-robot itu terbang dengan kecepatan tinggi.
Nemesis hanya digunakan untuk misi-misi penting untuk melawan Darlz dalam jumlah besar atau Darlz berukuran raksasa yang tidak dapat dikalahkan oleh Arz hanya dengan kekuatan fisik atau sihir mereka. Misi yang mereka jalani saat ini adalah untuk memperbaiki lasersphere yang berada di Planet Orla yang telah terinfeksi energy negative Darlz. Dan jumlah lasersphere diplanet itu mencapai ribuan, dapat dikatakan misi kali ini adalah misi skala besar yang tidak dapat dilakukan oleh Arz sendiri tanpa bantuan robot.
Nemesis yang mereka gunakan telat dilengkapi dengan sebuah alat untuk memperbaiki gelombang lasersphere, mengembalikan gelombangnya menjadi gelombang pemurnian energy negative Darlz. Sphere corrector telah ditambahkan sebagai alat modifikasi nemesis, berukuran kecil dan terpasang di bagian tangan kanan robot itu. Untuk menggunakannya, seorang Arz hanya butuh mengarahkan alat itu lalu menempelkannya ke lasersphere yang terinfeksi.
Dapat dikatakan ini adalah mudah dan yang menjadi masalah hanya jumlah, tetapi keadaan di lapangan sangat tidak menentu, kemungkinan energy negative Darlz telah menyebar di planet itu dan mengubah seluruh makhluk asli Orla menjadi makhluk yang agresif. Lalu ada satu hal yang ditakutkan seluruh Uricle, yaitu monument tempat Darlz disegel yang berada di tengah-tengah planet. Jika tempat disekeliling monument itu telah terinfeksi, dapat dikatakan sebentar lagi pimpinan Darlz akan kembali bangkit dan menghancurkan planet itu dan juga kembali menyerang Uricle. Hal itu adalah yang ditakutkan oleh seluruh penghuni Uricle dan mereka harus bergerak cepat untuk menghentikan kemungkinan buruk itu terjadi.
Seluruh Arz telah memasuki lapisan atmosfer Planet Orla, dengan kemajuan teknologi yang dimiliki Uricle, robot nemesis atau kapal Arz dilapisi dengan barrier sehingga dapat menembus lapisan atmosfer planet dengan aman tanpa terbakar sedikitpun. Mereka bergerak ke koordinat yang telah ditentukan dan dibagi sesuai tim mereka. Mereka terkejut melihat keadaan planet itu yang sebagian telah berubah menjadi gelap tertutup kabut hitam, energy negative Darlz membuat planet itu tertutupi kegelapan, rumput-rumput dan pepohonan hijau sebagian telah berubah menjadi merah kehitaman dan udara dingin yang menusuk menyelimuti planet itu. Meski mereka berada di dalam nemesis, hanya dengan melihatnya mereka bisa merasakan udara dingin menembus ke dalam robot dan merasuk ke dalam tubuh mereka.
Lunar, Mae, dan Ava sangat terkejut melihat hal itu, secara tidak sadar tubuh mereka gemetaran, membayangkan mereka berada dalam kegelapan itu membuat mereka gila.
Suara Fenz dari saluran komunikasi mengejutkan mereka, menyadarkan mereka dari bayangan gelap yang tiba-tiba muncul. “Kalian bertiga baik-baik saja? Kita tidak punya waktu untuk mengagumi keadaan planet ini!” kata Fenz sambil mengarahkan mereka ke koordinat tujuan masing-masing. “Lihatlah map yang telah aku bagikan kepada kalian, Lunar kau ikut denganku. Mae, kau pergi bersama Eucli, dan Ava kau pergi dengan Ghult dan Melfon.”
Fenz tahu benar kalau Ghult tidak senang dengan Lunar dan Mae, tetapi dia bersikap netral kepada Ava, jadi dia meminta Ghult untuk membawa Ava bersamanya.
Lunar merasa dirinya ingin sekali pergi bersama dengan Mae, dia berpikir bawah pergi bersama dengannya di planet ini mungkin akan memicu ingatannya kembali. Tapi dia menahan keinginannya itu dan pergi mengikuti Fenz, toh dia bisa berkomunikasi dengan wanita itu melalui pikirannya.
“Lunar, apa kau sudah mengerti cara kerjanya?” tanya Fenz sambil mengarahkan sphere corrector yang terpasang di tangan nemesis miliknya ke lasersphere di dekatnya yang telah berubah menjadi pemancar gelombang negative Darlz.
“Ya… aku sudah mempelajarinya dari manual book nemesis kemarin saat pergi ke ruang baca kemarin.” Lunar berjalan mendekati lasersphere lain yang berada tidak jauh dari tempat Fenz.
“Aku sedikit khawatir dengan Ava, dia… kau tahu… dia sangat bersemangat, namun di sisi lain dia juga cepat panik dan ceroboh. Semoga Ghult atau Melfon dapat membimbingnya.”
Kemudian Fenz teringat sesuatu, “tapi aku ragu Ghult akan membimbingnya dengan lembut.”
“Hei… aku bisa mendengarmu!”
Suara Ghult yang kencang dari saluran komunikasi memekakkan telinga dan mengagetkan seluruh anggota tim.
Terdengar suara tawa kecil dari Mae, dia tidak sedikitpun terusik dengan sikap Ghult kepadanya yang telihat tidak senang. Dia berusaha ingin memperbaiki hubungannya dengan Ghult dan juga Lunar.
“Senior aku yakin kamu orang yang berhati lembut, kamu pasti akan menjaga Ava dengan baik,” katanya sambil tersenyum dan itu terlihat pada layar nemesis yang menampilkan wajah orang yang sedang berbicara.
“Kau tidak perlu mengajariku… aku akan… menghajarnya… jika dia melakukan kesalahan,” jawab Ghult tegas. k*******n hatinya tidak tergoyah dengan senyuman Mae. Satu-satunya orang yang dapat menenangkan dirinya hanyalah Melfon.
“Yah… sudahlah, ayo kita selesaikan misi ini dengan cepat,” ujar Fenz tidak ingin ada pertikaian diantara mereka hanya karena hal sepele yang dilakukannya secara tidak sengaja.
Mereka menyusuri hutan Orla yang telah berubah menjadi mengerikan, mencari setiap lasersphere yang telah terinfeksi energy negative Darlz. Dalam waktu setengah hari mereka telah berhasil memulihkan satu sector planet itu. Hingga suara mengerikan muncul dari dalam hutan yang gelap, diikuti dengan getaran hebat yang merobohkan pepohonan. Sesosok makhluk berbentuk seperti burung phoenix berwarna merah keemasan dengan ujung bulu di sayap dan ekornya berwarna ungu, dengan cakar yang tajam mendarat tepat di hadapan Lunar dan Fenz. Deretan gigi yang tajam terlihat ketika monster itu mengaum.
Fenz terkejut melihat monster itu, dia mengenali monster itu, seperti pesan yang diberikan makhluk asli Orla sebelumnya, pemimpin mereka telah terinfeksi energy negative Darl. Monster yang sedang berada di hadapannya adalah Diarla, pemimpin makhluk asli Orla.
Lunar terdiam membisu dengan mata yang terbelalak melihat monster yang lebih besar dari nemesis itu telah berdiri di hadapannya. Dirinya dilanda kepanikan, saat dia hendak mengeluarkan Lumiere Pain untuk menghadapi monster itu, Fenz menghentikannya.