"Astaga, Ardan, Abel. Kalian main hujan-hujanan?" tanya Bu Dona yang baru saja membukakan pintu untuk Abel dan Ardan.
Waktu sudah menunjukkan hampir pukul enam sore. Sejak tadi Abel dan Ardan terus menunggu hujan berhenti, tapi hujan tak kunjung berhenti juga. Jam setengah enam lewat, hujan sedikit mereda, karena tidak ingin menunggu terlalu lama dan melihat bahwa Abel sudah menggigil kedinginan, akhirnya Ardan memutuskan untuk menerobos hujan saja. Tapi siapa sangka di tengah jalan hujan justru kembali deras dan membuat keadaan semakin menyebalkan.
Ardan terpaksa memacu langkahnya semakin cepat dan sampai akhirnya tiba di panti. Abel pun turut mengikutinya. Keduanya membiarkan hujan terus menimpa mereka sampai membuat seragam dan isi tas mereka basah semua.
Dan begitulah akhirnya. Abel