Ardan mengguncangkan tubuh Abel yang masih meringkuk di atas kasur. Gadis itu tertidur dengan posisi yang lucu menurutnya. Mungkin karena biasa tidur dengan bantal guling, bantal yang seharusnya ada di kepala dikempit di kedua kaki Abel. Selimut yang dikenakannya tidak menutupi seluruh tubuh, tapi hanya menutupi bagian perut sampai leher. Sedangkan kakinya bergerak bebas ke mana-mana tanpa selimut.
Waktu sudah menunjukkan pukul enam pagi lewat dua puluh menit, karena Abel harus segera pulang untuk bersiap-siap sekolah, Ardan terpaksa kembali mengguncang tubuh Abel. Gadis itu menggeliat tidak nyaman. Tubuhnya yang awalnya membelakangi Ardan yang sedang berjongkok kini berbalik menghadap Ardan dengan mata yang masih tertutup.
"Bel, lo gak mau sekolah?" tanya Ardan kembali mengguncang tubuh