Esoknya.
Anak-anak panti kebingungan saat mereka dihadapkan pada sebuah gerbang masuk pemakaman umum. Mereka saling pandang satu sama lain. Berbisik pada anak di samping mereka, bertanya mau berziarah ke makam siapa sebenarnya?
Suasana makam terasa kental dengan kesunyian dan kekelaman yang menjadi ciri khasnya. Anak-anak panti mengikuti langkah Ardan yang berjalan di depan. Ardan menyapa seorang pria tua yang sempat mengantarnya kemarin. Tersenyum pada pria itu, dan pria itu membalas senyumannya tak kalah hangat.
"Bang Ardan, kita mau ziarah ke makan siapa emangnya?" tanya salah satu anak.
Ardan hanya menoleh dan mengulas senyum tipis yang nyaris tak terlihat. Membuat anak-anak panti justru semakin kebingungan karena tingkah Ardan yang terlihat aneh sejak kemarin.
"Kalian jalan aja,