Bara tidak bisa terus menerus meratapi kekalahannya dan sakit hatinya. Hidup harus terus berjalan. Ia tidak punya pilihan selain merangkak keluar dari semua lukanya dan membasuhnya hingga sembuh. Ia tidak peduli bisa atau tidak, ia akan tetap mencoba.
Bara sekuat tenaga untuk mengendalikan perasaannya. Ia pergi ke kampus seperti biasa. Membunuh waktu dengan belajar dan mengerjakan tugas. Ia tetap pergi ke rumah Ciara sesekali namun hanya bertemu dengan Dewi. Ia mengurangi intensitas pertemuan dan komunikasinya dengan Ciara. Ia tahu ia harus mulai menjaga jarak agar perasaannya pada gadis itu tak bertumbuh semakin besar. Ia tidak bisa jika langsung menghilang dari hidup gadis itu. Ia berpikir bahwa ia tidak akan bisa meski ia pergi sejauh apapun. Suatu saat, mereka akan