Galeo dan Amara datang ketika Kanin sudah berganti pakaian. Wanita itu sekarang turun menggunakan baju kaus putih tanpa motif dan celana pendek sebatas lutut. Sementara itu, Galeo dan Amara sudah berdiri di depan pintu masuk rumahnya.
Kanin mengikat rambutnya sebelum membuka pintu. Senyum wanita itu terpancar saat dia melihat adiknya bersama Amara berdiri di hadapannya. Dua orang itu ikut tersenyum sebelum akhirnya Amara mendekat dan memeluk tubuh Kanin terlebih dulu.
“Ayo masuk,” ajak Kanin lalu merangkul Amara untuk masuk ke rumahnya
“Lo sakit apaan Kak?” tanya Galeo yang sekarang berjalan di belakang Kanin dan Amara.
“Pingsan di kamar mandi,” jawab Kanin.
Galeo mengangkat alisnya tinggi-tinggi saat mendengar jawaban yang diberikan oleh kakaknya. Laki-laki itu tahu bahwa Kanin meman