Kepulan asap rokok memenuhi area taman kecil di belakang rumah keluarga Kegan. Dengan satu buah rokok di sela sela jemarinya, Leonard memandang ke depan dengan tatapan menerawang. Sementara itu, di sebelahnya Kanin masih tetap membungkam suara dan memilih untuk menunggu apa yang akan dikatakan oleh Leonard yang tadi tiba-tiba datang ke kamar Kegan untuk mencarinya.
“Habis ini traveling ke mana lagi, Kak?” Akhirnya setelah sekian lama mereka terdiam dalam kebisuan itu, Kanin yang pertama kali membuka suara.
Terdengar tawa merdu Leonard ketika ia mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Kanin. Laki laki itu lantas mematikkan rokoknya sebelum ia menatap fokus ke arah Kanin. Tatapan mereka sempat beradu sejenak sebelum akhirnya Kanin memalingkan wajah sehingga kedua kontak mata mereka terp