Alice dan zanna mengeret koper mereka masing-masing di bandara charles de gaulle,prancis.
"Al temenin gue liat menara evel,gue baru pertama kali terbang ke paris,please" alice menghembuskan nafas lalu berjalan mendekati kapten rico dan tim yang lain.
Rico tersenyum melihat kedatangan alice mereka menunggu dua gadis yang tadi sempat pamit ke kamar kecil."udah?"tanyanya lembut.
"Maaf capt kami membuat kalian menunggu,"zanna yang menjawab sedang alice hanya membalas dengan senyuman.
"Zanna baru pertama terbang ke paris kan?mau keliling gak,kita masih banyak waktu disini"seketika senyum zanna mengembang mendengar saran dari mike.
Yang lain juga ikut senang karna mereka masih ada satu hari satu malam di paris. " boleh capt.
"Kita gak usah pakek kata-kata formal,kita teman"ujar rico.dia ingin lebih dekat dengan alice tanpa kata baku itu.
Mobil jemputan mereka datang,alice menarik zanna duduk bersamanya dan disebelahnya capten rico,dia cukup peka dengan pendekatan kapten rico tapi dia akan bersikap biasa saja seperti layaknya temen.
"sudah berapa kali terbang ke paris?" alice menoleh.
"entahlah capt,saya tidak ingat lagi" wajah kapten rico berubah.
"alice bisakah kamu bicara biasa jangan dengan ada kata-kata formal" tegas rico.
"maaf,tapi aku akan tetap panggil kapten rico"rico tersenyum walaupun tidak sepenuhnya.
"ok,gak masalah,.
Mobil berhenti di salah satu hotel dekat bandara hotel cukup mewah,mereka turun memasuki kamar yang biasa mereka tempati yaitu satu kamar dua orang tapi tidak dengan pilot,mereka dapat kamar sendiri.
Ting..
Alice mengambil ponselnya di nakas.
Anissa
Dimana?
Paris
Ck,gue mau tunangan kalian gak ada niat datang gitu.
Gue usahakan untuk datang
Zanna satu flight sama lo ya,gue tadi dengar cerita Misra dia kesel ama lo
Haha udah biasa dia kesel ama gue,udah ya gue mau tidur
Oke,sweet dreams beb
Alice tersenyum dia melupakan sahabatnya Annisa Aqila Salsabila yang sebentar lagi akan tunangan dengan Andrea ikbal alterio lelaki yang membuat mereka kesel setengah mati saat sifat pemaksa dan kekanakannya kambuh.
berbeda dengan sahabatnya yang dewasa mandiri dan manja yang merubahnya jadi seperti anak kecil,dia juga pramugari dari maskapai yang sama dengan alice.
Alice baru ingin merebahkan diri tapi ponsenya berdering.
Mama call....
Alice jalan menjauh dari zanna yang sudah di alam mimpi.
"Hallo ma
"....."
"Lusa,kenapa?
"....."
"iya,nisa udah kabarin aku tadi,
"....."
"C'mon ma,aku masih ingin sendiri,aku tutup ya.
Tut
Alice paling malas pulang karna di suruh cepat nikah,hatinya masih belum membutuhkan siapapun untuk saat ini, karirnya lagi melejit dan dia tidak akan merusak yang sudah sangat susah payah dia dapat.
***
Ace memijit pelipisnya, sampai ke bali dia tidak tidur dan langsung Take lagi.mereka tidak ingin berlama-lama karna film yang mereka perankan akan tamat dan akhirnya ace bisa istirahat dia tidak akan mengambil sinetron atau film sebelum lelahnya hilang.
"gila,gue masih terbayang dengan gadis itu,"Ace mengacak rambut frustasi.
"sayang,ayo kita keliling,mumpung masih sore,"seru angel gadis yang di kabarkan dekat dengannya dan angel menaruh hati pada dirinya dia tau saat pertengahan filmnya angel mengutarakan cinta padanya.
siapa yang bisa menolak pesona ace aktor paling tampan di dunia hiburan.
"Gue lagi gak mood," begitulah ace dia tidak pernah pakai hati bila berhubungan dengan lawan mainnya,dia dekat hanya formalitas saja.
Dunia intertent penuh dengan drama dia terlalu banyak digosipkan sana sini tapi buktinya itu kebalikan dari semua yang terjadi,nyatanya dia dekat dengan sederatan model dan artis hanya tuntutan saja.
Begitupula dengan angel dia dekat hanya sebatas partner kerja tapi para gadis tak tau diri menyebar gosip yang tidak-tidak.makanya setelah film selesai dia akan memutuskan segala hubungan pertemanan atau apalah yang mereka anggap yang jelas dia tidak mau berurusan lagi.
Angel menatap mata ace yang berwarna biru. "oke,kita duduk disini saja"angel duduk di samping ace yang menatap lurus kedepan.
"kita putus,"angel mematung dia menatap tak percaya pria di sampingan.
"kamu bercanda kan ace?"ace menatap angel
"sayang,kita gak pernah pacaran" kata ace manis.angel tersadar dia bodoh karna hanyut dalam pesona ace.
"ace,aku gak mau kita putus,kita bisa menjalin hubungan yang serius," ace menatap tangan angel yang memegangnya.
"angel,gue gak pernah pakai hati dalam karya gue,dan lo salah menaruh hati,"setelah mengatakan itu ace berjalan menemui davin yang menatapnya dari jauh.
"ck,lo emang b******k dude," ace mengangkat bahu acuh,davian mengeleng melihat kebelakang menatap angel yang menangis.
"lo harusnya sedikit berbaik hati.
"dari awal gue udah bilang,jangan menaruh hati bila tidak ingin tersakiti karna gue main gak pakek hati vin," davin meringis mendengar nada tegas ace,dia tau sahabatnya ini memang suka di gosipkan dengan wanita tapi secara bersamaan dia digosipkan gay karna menolak mereka semua.
" dunia tipu-tipu," teriak davin membuat ace tertawa lepas,dia memukul kepala davin yang tidak tau malu di tengah pantai yang banyak manusia dia berteriak.
"Ashole,"umpat ace yang masih bisa di dengar davin.
***
Alice berada di rumah sahabatnya nisa mereka berlima mengambil cuti demi hadir ke acara pertunangan nisa,di meja bundar alice beserta kelima sahabatnya dan kedua pasangan Misra dan ayu jangan lupakan kyra nurul akmal yang membawa kekasih yang dia sembunyikan.
Cuma alice dan zanna yang tidak membawa pasangan dan duduk di antara para pasangan yang menyebalkan di mata mereka di tambah kemesraan Misra dan aldy pasangan yang tidak tau tempat.
"al gimana lo sama rico?"alice mengangkat wajahnya yang tadi fokus ke makanannya menatap sahabatnya Qiana Ayu Qalesya.
"Biasa aja,"mereka menghela nafas kasar.
"kenapa gak lo terima dia aja.
"dia gak nembak gue,gimana mau terima,"jawab alice jengah.
"Kalau dia nembak,lo mau?"mereka menatap alice penuh harap.
Alice tersenyum,"eggak,"jawabnya acuh lalu berdiri berjalan ke meja pasangan annisa dan tunangannya.
Nisa yang melihat alice berdiri memeluk erat alice. "gue senang lo dateng,"mulai drama batin alice.
"gue udah dari tadi,dan sekarang gue pulang nanti malam ada flight ke bali." nisa memanyunkan bibirnya.
"jahat banget jadi sahabat,hari bahagia gue cuma sebentar bebb,"rengek nisa yang biasa dia panggil icha.
Alice memijat pelipisnya,menghadapi lima sahabat yang sifatnya buat dia pusing.
"Capek gue sa,mau tidur dulu."alice balas dengen rengek da kehabisan akal menghadapi yang satu ini .
begitulah kalau harus menghadapi nisa,bila dia merengek kita harus ikut merengek kalau dia marah kita harus ikut marah baru dia diam tapi hanya berlaku denganya saja tidak bila dengan ayu.
Bila dua sahabatnya sudah tersulut api bisa-bisa nama hewan kebun binatang mereka hafal semua.Dan akhirnya dia pulang ke apartemennya yang sangat nyaman.
Sampai di apartemen alice disambut oleh moza kucing putih yang bertambah manis karna ekornya berwarna pink serta bulunya yang lebat dan jangan lupakan dia terlihat lucu dengan tubuh bulatnya yang hampir tidak bisa berjalan.kenapa ekornya bisa warna pink karna dia membawa moza kesalon untuk mengecat ekor kucingnya yang panjang.
"oh mozanya mommy,udah makan hmm?.alice membawa moza kegendongannya.
Miow..miow
"kamu lapar ya,ayo kita makan,"teriak alice semangat dia mengambil makanan kucing dan makanannya lalu mereka berdua makan bersama.