Hari ini pelaku itu kembali lolos, upaya polisi untuk menangkapnya masih berlangsung. Farhan sudah kembali menjalankan tugasnya sebagai anggota kepolisian, sebelum ia pergi tadi dia sempat membuat janji temu dengan Ara. Sekarang gadis itu terus memasang raut wajah murung karena kejadian tadi.
Di lobi rumah sakit.
Dhafin berjalan beriringan dengan Ara di sampingnya, sesekali ia mencuri pandang ke arah gadis yang sejak tadi diam tak seperti biasanya.
Merasa geram akhirnya Dhafin berhenti sejenak dan berbicara.
"Semua semakin runyam, tak seharusnya aku menempatkan mu di situasi seperti ini. Berhentilah, aku akan kirimkan pesangon untukmu!" Dhafin merasa jika Ara tak seharusnya terus terlibat dalam bahaya seperti ini.
Ara mendongak dengan wajahnya yang masih lesu. "Tidak!" tolaknya ketus.