Tepat pada pukul delapan malam.
"Bereskan dia sekarang, dan berikan padaku hidup-hidup!" Arjun menatap satu persatu anak buahnya yang ia utus untuk membawa Dhafin.
"Baik Bos!!" Dengan serempak sepuluh pria berbadan besar dan sudah terlatih itu segera menuju lokasi Dhafin saat ini.
Berbeda dari Arjun yang hendak menangkap Dhafin, kini pria yang menjadi sasaran tengah bersiap melaksanakan rencananya yang sangat beresiko.
"Kami akan terus mengawasi bapak dari jauh," ujar Juna seraya memberikan sebuah kotak hitam berisi pistol.
Dhafin mengangguk dan menyimpan pistolnya dalam saku celananya.
"Sudah siap?" tanyanya kepada beberapa orang yang berpura-pura sebagai petugas yang mengawal perjalanannya.
"Apa Tuan yakin akan berada di mobil sendiri?" Juna kembali bertanya, sejujurnya ia benar-b