Tak terasa waktu sudah sore, seorang Dhafin masih belum beranjak dari kursi kebesarannya sejak tadi dan terus fokus pada pekerjaannya.
Kesibukannya bertambah sekarang, setelah apa yang terjadi ia harus memperbaiki semuanya dengan semaksimal mungkin.
Tok... tok.
Suara pintu ruangannya diketuk dan Juna segera masuk ke dalam.
"Bapak belum pergi?" tanyanya membuat atasannya menatapnya penuh tanda tanya.
"Kemana? apa ada janji temu?"
"Tidak ada, tapi bukannya bapak akan mengunjungi makam Nyonya Soraya?" balas Juna mengingatkan.
"Ah iya, aku hampir lupa. Bahkan sampai sekarang aku belum bisa menghubungi Dea."
"Kalau begitu kamu cetak semua data ini dan jangan lupa salinannya, kita akan ajukan pembelaan besok," imbuhnya dan diangguki oleh Juna.
Dhafin berjalan menuju pintu tapi sedetik k