pertemuan panjang itu akhirnya selesai. Alvin mengantarkan Raisa pulang kerumahnya. awalnya Raisa menolak ,dia ingin pulang naik taksi atau ojek online saja. Akan tetapi Alvin tidak memberi izin. ia bersikeras untuk mengantarkan Raisa pulang. Alvin merasa tidak enak harus membiarkan Raisa pulang sendiri sedangkan ia membawa mobil.
" terimakasih, maaf sudah merepotkan mu."
"tidak masalah, aku pamit." jawab Alvin. mereka berdua memang tidak punya pendirian, untuk nama panggilan saja Gonta ganti. author juga ikut pusing...
"cie di anterin mantan, eh bos maksud nya. bosku ternyata mantan kekasih ku, yang ku tinggal karena .., eh karena apa kalian putus?" Lina malah bertanya balik setelah meledeki Raisa, pasalnya dia sendiri pun belum tau penyebab sahabat nya itu putus dari Alvin.
"nga tau"
"cih pura pura nga tau, takut galmup-on yaa." Lina berujar sambil meledek sesekali mengedipkan matanya ke arah Raisa. Raisa yang mendengarkan ledekan lina hanya mendengus kesal. Ia hanya berjalan terus memasuki kamar nya,badan nya sudah sangat lengket dan gerah. malas mendengarkan ocehan Lina, Raisa pun langsung masuk ke kamar mandi untuk meregangkan otot ototnya. Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan bagi tubuh dan pikiran nya, ia hanya ingin mandi dan berisitirahat dengan tenang.
Lina yang sedang berbaring di tempat tidur menoleh ke arah sumber bunyi.
"Rei hp lu bunyi"
"Raisaaaaaa" tidak ada sahutan dari dalam sana. Lina dengan berat hati harus bangun dari posisi rebahan nya, ia mengambil tas milik Raisa untuk mengambil sumber bunyi yang dari tadi mengusiknya. Belum sempat mengangkat, panggilan masuk nya sudah terputus. Belum sempat mengembalikan hp di tangan nya ke tempat semula, Lina di buat salah fokus dengan wallpaper yang ada di layar hp milik Raisa. Di sana terpampang foto Raisa Bima dan dirinya.
"siapa Lin?" tanya Raisa yang keluar dari kamar mandi, Lina dengan cepat menyeka sudut mata nya yang basah.
"nga tau, Alvin mungkin."
"hah?"
"nga ada namanya." jelas Lina lagi sambil memposisikan tubuhnya di atas tempat tidur. Raisa yang penasaran langsung memeriksa hp nya, dia melihat nomor yang masuk itu namun tidak mengenalinya.
"kalo penting pasti nelpon lagi." Raisa berdialog sendiri dalam hatinya . Dia berlalu menuju lemari pakaian dan meletakkan kembali hp nya ke atas meja. setelah berpakaian Raisa memoles wajah nya dengan berbagai macam bentuk skincare , tak lupa ia juga menggunakan handbody lovely aroma jeruk Oren di beberapa bagian tubuhnya. karena sudah memiliki tubuh yang ideal dan putih mulus bersih tanpa noda, Raisa tidak perlu perawatan extra , ia menggunakan handbody juga ketika baru masuk kuliahan. sebelumnya dia jarang memakai handbody ataupun parfum, jangan kan itu untuk skincare saja kapan ingat nya saja.
ketika hendak membaringkan tubuhnya di atas ranjang, handphone Raisa kembali berbunyi. kali ini bukan panggilan masuk, tetapi notifikasi pesan yang muncul.
"beiby" isi pesan singkat itu.
"maaf sepertinya anda salah sambung." balas Raisa pula. entah kenapa Raisa merasa tidak asing dengan panggilan itu, hati nya terasa sesak saat membaca pesan singkat yang entah siapa yang mengirim nya.
"Tapi kenapa? kenapa rasanya seperti ini? apakah karena aku terlalu lama menjomblo, haa seperti nya begitu."ucap hatinya sambil tersenyum getir dan kembali merebahkan tubuhnya di samping Lina.