"Ngapain coba Heyla bully mereka?" Ucap Ika
"Yah mana gue tahu Bambang, jangan-jangan Sondia yang nge drama kayak biasa. Ayok ke ruang BK" ucap Rico
Mereka berempat yaitu Aland,Rudy, Ika dan Rico pergi keluar kelas karena mereka jam olahraga dan kebetulan yang mengurus Heyla adalah guru olahraga mereka tidak perlu masuk dalam kelas dan bebas berkeliaran. Mereka.
"Kenapa kamu memhajar Sondia dan Lily la?" Tanya Bu Siska selaku guru BK sedangkan Sondia Lily dibawa ke UKS.
"Buk, saya itu korban, mereka mau menampar saya jadi saya lawan dong. Ibu bayangin mereka berdua lawan saya sendiri"
"Justru itu! Kalau kau korban pasti kau yang terluka bukan mereka, apalagi mereka berdua tidak mungkin tidak bisa melawan kamu"
"Terus emang mungkin aku menghajar dua orang buk?" Protes Heyla dengan wajah yang tidak bisa berekspresi santai lagi
"Sejak awal semua orang tahu kelakuan mu bagaimana, berteman dengan cowok dan sering bermain bola. Kau tomboy dan pandai berkelahi"
Heyla terdiam ia ingin sekali memutar mulut guru BK dihadapannya ini.
"Jujur saja La, supaya proses nya cepat berlangsung" ucap Pak Uzi sang guru olahraga yang duduk di kursi lain.
"Kalau saya memberi tahu disekolah ini mereka berdua sering membully? Apa ibu dan bapak akan percaya?"
"Tahu dari mana kamu? Bapak selalu memantau siswa dan Bu Siska rutin menerima surat keluh kesah. Tidak ada yang merasa tertekan disekolah ini, kau lah yang baru saja membully"
Heyla berfikir sejenak, jika dia mengadu mengenai kasus pembullyan Vivi pasti perempuan itu justru lebih diserang, apalagi gadis itu lemah dan bisa down seketika. Heyla berencana tidak akan melibatkan Vivi.
"Ada, para guru tidak bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi dibalik pergaulan antar murid. Para murid sendiri yang bisa melihatnya" ucap Heyla
"Sudah! Jangan mengalihkan pembicaraan. Sekarang ibu akan menghukum mu. Panggilan orang tua! karena kasus perundungan itu kasus besar"
"Buk! Saya gak memukul mereka! Kalau ibuk sangat nafsu menghukum saya silahkan, tapi kalau berharap orang tua saya datang jangan harap buk. Gak akan datang sampai kapanpun."
"Oh iya ibu bisa jadi guru BK dari jalur apa sih? Seharusnya ibu dengar dari dua belah pihak kemudian mencari kebenaran nya. Jangan main hakimi langsung. Silahkan beri saya hukuman, urus permasalahan menyimpang ini hanya dengan saya buk. Saya pamit" ucap Heyla dan keluar dari sana karena malas berurusan dengan masalah yang tak jelas.
Saat ia keluar dari ruangan BK ia melihat Teman-teman nya sudah menunggu depan.
"Ngapain Lo pada disini?" Ucap Heyla sambil tertawa kecil, ia merasa lucu melihat Aland, Rico, Rudy dan Ika ada dihadapannya.
"Yah nge lihat Lo lah" ucap Rudy
"Lo ngapain sih kok bisa bermasalah sama Dua cewek itu?" Ucap Ika
"Cerita nya panjang, nanti aja gue ceritain bapak Uzi udah mau keluar dan bakalan kelapangan. Gue belum ganti baju jadi Lo semua diluan aja"
"Gue ikut nemanin lo, daripada Lo buat onar lagi" ucap Ika
Mereka berdua segera pergi menuju kelas mengambil baju ganti sedangkan 3 cowok lain pergi ke lapangan diluan.
"Eh Sondia gimana kalo misalnya Heyla bilang kejadian Vivi?" Ucap Lily yang sebenarnya cemas
"Vivi bakalan ditanyain apa cerita Heyla itu betul atau enggak. Dan percayalah Vivi gak bakalan berani mengadu dan mengucapkan banyak kata, dia hanya bilang "tidak" nantinya"
"Kalau misalnya dia berani gimana Son?" Gerutu Lily
"Lo kok bertingkah seolah baru kali ini sih mainin anak orang. Gak ada yang berani Ly, dan seandainya guru dengar juga mereka gak akan berani memproses kita, bisa bangkrut nih sekolah. Apalagi kepala sekolah tergantung sama orang tua kita. So Lo tenang aja. Nikmatin aja Ly sekolah ini punya kita"
Mereka berbicara sambil duduk di ranjang UKS yang dipisahkan oleh sekat kain. Mereka disana dengan alasan izin sakit dan meredakan cemas. Padahal mereka sangat baik-baik saja dan penghuni UKS jaya mereka berdua.
Jam pelajaran olahraga sudah mulai dimulai, karna pak Uzi mengurus urusan lain para siswa bermain Volli secara bergantian, baik itu putra maupun putri. Heyla mendapatkan bagian bermain terpisah dari Ika dan bergabung dengan siswi lain. Para siswa lain sibuk main futsal dilapangan lain yang lumayan jauh sedangkan Ika entah pergi kemana.
"Oper cepat!" Teriak para siswi yang main Volli, mereka main dengan semangat begitu juga dengan Heyla. Beberapa saat mereka telah bermain Heyla merasa ada yang salah, operan bola seolah dibuat tidak mengarah padanya, seolah ia dihindari menyentuh bola.
"Ada apa dengan mereka?" Batin Heyla
Akhirnya karena sudah merasa ini masih mengenai kejadian dengan Sondia tadi Heyla diam ditempat menonton, jika pergi nanti takutnya siswi lain mengatakan Heyla cabut. Dengan santainya Heyla duduk bersila di sudut lapangan.
Para siswi yang sengaja mengabaikan Heyla meliriknya duduk santai disana, sementara siswi yang netral, tidak ikut-ikutan benci Heyla talit tidak juga menolong Heyla hanya diam tanpa melakukan apa-apa ketika yang lain mengarahkan smash pada Heyla.
Tingggg
Suara dentingan bola terdengar membuat Heyla sempat melihat bola yang mengarah padanya. Huntung saja bola itu mengenai tangan Heyla yang sigap melindungi wajahnya.
"Ups maaf, gak sengaja" ucap salah satu mereka dengan nada mengejek
"Gak papa" ucap Heyla sambil berdiri dari duduknya
"Waktunya udah habis kan? Jadi udah harus ganti pemain" ucap Heyla dan berbalik ingin pergi dari sana.
Inka masuk kedalam lapangan, ia sekelas dengan Heyla itu sebabnya karang ikut dengan Sondia, karena mereka hanya dekat diluar sekolah.
Inka mengambil bola volli dari tangan siswi lain
"Heyla!" Panggil Inka dan membuat Heyla memutar kepala untuk melihat siapa yang memanggilnya
Tingggg
Suara dentingan terdengar, Inka melemparkan bola itu setelah memanggil nama Heyla dan akhirnya bola itu berhasil mengenai wajah Heyla.
'terkejut' itulah hal utama yang dirasakan Heyla, pandangan sedikit gelap karena menyesuaikan keadaan kepalanya yang sedikit berkunang, jalannya juga sedikit bergoyang.
"Hahaha, lihat Heyla dibalas sama teman sekelasnya" ucap salah satu cowok yang termasuk tidak terlalu dekat dengan Heyla
Zuke yang mendengar itu mengalihkan tatapannya kearah lain, guru mereka sedang keluar membiarkan mereka menjawab soal.
Zuke mendekati jendela ingin melihat apa yang tartjadi, ia melihat Heyla berdiri di pinggir lapangan. Dilii oleh para siswi lain.
Ditempat nya Heyla berhasil menyesuaikan keseimbangan nya sebelum terjatuh.
"Maksud Lo apa?" Ucap Heyla sinis pada Inka
"Gak ada sih, anggap aja itu balasan dari teman gue yang udah berakhir di UKS karena Lo"
"Apa hak Lo? Emang Lo tahu kejadian sebenarnya?"
"Memang bukan hak gue, tapi orang seperti lo itu harus di kasih pelajaran"
"Dasar cewek belang" ucap Heyla dan pergi dari sana, ia meninggalkan lapangan sendirian karena ia tak tahu Ika sedang kemana.
Heyla segera berjalan melewati koridor dan papasan dengan Ika.
"Eh La, Lo mau kemana?"
"Kantin, udah giliran Lo main sana kelapangan"
"Ooh.... Oke, nanti gue nyusul" ucap Ika pergi menuju lapangan, Heyla melanjutkan langkahnya lagi
Dari kelasnya Zuke sudah mencemaskan keadaan Heyla, ia sempat melihat Heyla pergi dari area olahraga tadi.
"Buk!" Ucap Zuke sambil mengangkat tangannya
"Ya ada apa Zuke?"
"Saya izin permisi sebentar buk"
Setelah sang guru mengizinkan Zuke segera keluar kelas, ia hendak mencari Heyla entah pergi kemana, dari dalam kelas tadi dia melihat Heyla berjalan menuju koridor yang mengarah ke taman belakang sekolah. Tempat biasanya mereka se geng kumpul bareng ketika bosan.
"Jadi galau nih ceritanya" goda Zuke melihat Heyla yang duduk di kursi dan menaikkan kakinya ke meja, kepalanya ia dongakkan keatas menghadap atap yang bertiangkan pohon jati.
"Ngapain Lo kesini?"
"Bolos dong, ngapain lagi"
"Mentang-mentang jenius yah tu otak"
Zuke tertawa sambil menggelengkan kepalanya, ia duduk disamping Heyla, ia juga menaikkan kakinya ke atas meja. Ia berniat tak kembali ke kelas karena bel jam istirahat juga akan segera berbunyi.
"Mereka saling diam beberapa saat, Heyla asik berusaha tidur dengan kepala yang mendongak dan berdasar pada kursi beton panjang tempat mereka duduk. Zuke melihat Heyla yang berada disampingnya dan sangat ingin bertanya mengenai keadaannya setelah kejadian di lapangan.
"Emang gak sakit tuh leher?" Ucap Zuke
"Hmm?"
"Nih mending bahu gue"
Mendengar penuturan Zuke membuat Heyla membuka matanya seketika dan kembali duduk normal.
"Bahu Lo? Hahaha.... Lembek gini" ucap y sambil meninju bahu Zuke yang sebenarnya keras dan bidang.
"Lembek? Baru Lo yang bilang ini lembek tahu gak?"
"Oh ya? Terus?"
"Dah lah" pasrah Zuke malas
Heyla tertawa dan telungkup ke meja beton didepannya setelah menurunkan kaki
"Gue mau tidur, jangan ganggu gue lebih baik Lo nonton Side to side"
"Ih La, sumpah deh sampe kapan Lo bakalan manggil gue Nicki Minaj sih?"
"Lah Emang kenapa?" Heran Heyla sambil melihat ke Zuke dengan posisi wajah dimeja hendak tidur
"Yah aneh aja tahu gak, tuh yah anak kelas 10 aja heran kalo dengar Lo neriakin gue kayak gitu"
"Ahhaah, lagian siapa suruh Lo nari Side to side di depan gue hah? Malah sama Rudy Rico lagi. Kadang gue heran kalo ada orang yang suka sama Lo, ngeliat Lo sebagai cowok cool yang sok misterius. Ngenal Lo sebagai cowok kalem. Seandainya mereka lihat waktu Lo nari side to side dengan PD nya. Ahahah"
Heyla teringat saat dia baru datang ke rumah Rudy, mereka mau mengerjakan tugas bersama saat kelas 11. Heyla datang lebih dahulu di banding Ika jadi dia lebih dahulu masuk kedalam kamar Rudy yang berada dilantai atas rumah Rudy. Karena tidak menyadari kehadiran Heyla ketiga laki-laki itu sedang menonton Vidio Ariana grande berjudul Side to Side dan juga meniru gerakannya sambil tertawa geli sendiri.
Mereka bertiga tidak sadar untuk beberapa saat kemudian Rico melihat Heyla dan menyapanya. Membuat dua laki-laki tulen itu berhenti menari dan malu. Rudy di juluki Ariana tapi Heyla lebih asik memanggil Zuke sebagai Nicki.
"Ih serah Lo deh La" pasrah Zuke, sebenarnya ia senang saja Heyla punya panggilan khusus untuk meski panggilan sangat aneh didengar. Seolah menyoraki aib nya setiap hari.
Dilapangan futsal Aland dan Rico sudah berganti pemain dan Rudy baru saja mulai masuk lapangan. Karena Rudy tidak bisa diam ditempat dia pergi bermain ke tempat lain, entah kemana pun itu Aland tidak peduli dan duduk di kursi Pinggir lapangan sambil beristirahat.
"Hoi" sapa Rial, teman sekelompok belajar Aland
"Lo gak pergi ngikutin Rico apa?"
"Ngapain gue ngikutin dia tebar pesona"
"Lah? Dia bukannya ngeliat Heyla?" Ucap Rial dengan nada santai sambil minum dari Tumblr nya
"Liat Heyla? Oooh... Mereka kan main Volli"
"Lah? Lo gak tahu?"
"Tahu apasih beribet amat Lo ngomong"
"Ck, Yang jelas teman Lo itu kenak lempar bola waktu main, tepat banget tuh dimuka nya"
"Hah!" Kaget Aland
"Iya dia baik-baik aja sih kata yang lain, gak usah panik" santai Rial sambil kembali minum
Aland berfikir sejenak dan beranjak dari sana dengan niatan mencari Heyla, ia tidak mencari Rico atau memberi tahu Rudy terlebih dahulu melainkan pergi sendirian.
Ditempat yang berbeda Ika juga mencari keberadaan Heyla. Saat mendengar cerita kejadian Heyla dilapangan tadi ia langsung melabrak Inka, Karen Ika tidak ada masalah dengan para siswi itu mereka tidak memperlakukan Ika seperti mereka menjahili Heyla.
"Woi Inka! Lo siapa main lempar bola ke muka orang hah?" Kesal Ika
"Apaan sih? Gue lagi main Volli gak sengaja aja kenak ke muka dia"
"Oh... Gak sengaja" kesal Ika dan mengambil bola yang ada di lantai
"Gini gak sengaja!!" Kesal ika sambil melemparkan bola itu dengan keras dan mengenai badan Inka, tentu saja perempuan itu langsung teriak padahal hanya mengenai lengannya.
"Maaf gak sengaja, gue main Volli doang" ucap Ika dan pergi dari sana.
Pertama Ika mencari Heyla ke kantin sekolah, kemudian ke kamar mandi dak ke kelas, karena Sondia dan Lily di UKS tidak mungkin Heyla Sudi kesana.
"Eh Land?" Ucap Ika yang berpapasan dengan Aland
"Lo mau kemana?"
"Nyari Heyla"
"Sama, Lo udah nyari kemana?"
"Udah semua, jadi ada satu tempat lagi yang belum dan gue yakin dia disana"
Tringggggg
Suara bel berbunyi dan mengalihkan perhatian mereka. Setelah itu mereka pergi ke tempat yang Ika maksud.
Mereka sampai ke tempat Zuke dan Heyla berada, Ika sempat memperlambat jalannya ketika melihat Zuke bersama Heyla hanya berdua disana. Heyla sedang tidur dengan kepala diatas meja dan menghadap samping, Zuke yang memang berada disebelah kiri Heyla menatap lamat perempuan tidur itu. Aland yang melihat langkah Ika melambat juga ikut memperhatikan dua orang itu.
Ditempat nya Zuke sedang menopang kepala nya dengan tangan kiri dan menghadap ke Heyla. Pemandangan Heyla tanpa kacamata dan rambut digerai membuat nya semakin suka melihat gadis nya itu. Entah kenapa dia tidak bisa mengatakan perasaannya pada Heyla. Seolah takut kenyataan yang akan ia terima nanti akan berbeda dengan ekspektasi nya.
"Zuke" ucap Aland memangil Zuke dari jauh, Zuke langsung melihat kebelakang dan menemukan Ika dan Aland disana.
"Eh, Lo bedua" ucap Zuke
"Gimana keadaan dia?" Tanya Aland
"Baik-baik aja sih, gue gak nanya ke dia tadi. Tapi gue lihat kejadiannya dari kelas soalnya mereka pada heboh" jelas Zuke
"Dasar Ela, kalo tidur kayak kebo, gak sadar orang datang kesini gara-gara dia" ucap Ika yang duduk disamping Heyla
Mereka berbincang-bincang sebentar membahas banyak hal sampai membuat Heyla akhirnya terbangun dan terkejut melihat ada 3 orang didekatnya. Padahal tadi hanya ada Zuke.
"Eh kok udah rame aja Lo pada?" Heran Heyla sambil menguap
"Udah bangun Lo putri tidur? Gimana kepala Lo? Kenapa gak cerita sama gue hah?" Kesal Ika
"Hehe" cengirnya "lagian itu masalah enteng, gak usah heboh juga Lo pada. Salah paham doang"
"Salah paham? Gue udah nge labrak si Inka tadi" ucap Ika
"Inka? Ngapain si Inka ganggu Heyla? Heran Aland
"Inka dekat sama Sondia dkk, Lo ngerti lah kenapa" jelas Ika
"Udahlah, gue bakalan ngurus masalah ini sama Sondia" ucap Zuke dan segera beranjak dari duduknya
"Gue ikut!" Ucap Ika mengikuti langkah Zuke dan meninggalkan Heyla dan Aland yang keheranan ditinggalkan begitu saja
"Jadi ceritanya mereka ninggalin kita tiba-tiba gitu?" Ucap Heyla
"Udah gak usah ambil pusing, oh iya Lo kenapa gak ngelawan pas di ganggu sama mereka sih? Pas Sondia Lo malah nge hajar Mereka" heran Aland
"Lo mau gue balas si Ika didepan cewek kelas? Mereka udah terlanjur benci sama gue dan kalo gue balas inka disana pasti mereka semua bakalan makin benci sama gue. Bahkan yang awalnya malas ikut-ikutan urusan unfaedah ini malah jadi ikut nanti"
"Kenapa mereka benci sama Lo? Kalo gak ada api gak bakalan ada asap" ucap Aland lagi, ia heran sisi gelap Heyla yang membaut para perempuan lain malas terlalu akrab dengannya, meski gak semua.
"Iyasih, gue juga gak ngerti. Tapi dari pengamatan gue mereka gak suka sama gue itu karena sifat gue. Lo lihat sendiri gue gilanya gimana, bar-bar nya gimana. Mulut kasar gue gimana, yah mungkin karena itu. Karena gue gak jadi sosok cewek yang mereka ingin kan. Mereka mau gue kalem, lemah lembut. Benar-benar seperti mereka. Tapi sayang gue gak mau gue hidup jadi sosok orang lain. Ini diri gue jadi gue akan tetap gini. Gue sedih yah gue bakalan sedih. Gue cerewet maka gue bakalan tetap cerewet. Gue gak bisa se girly mereka. Lagian Ngapain hidup dengan kepribadian yang dibuat-buat, jadi aja diri sendiri asal itu buat Lo bahagia" jelas Heyla.
"Gue udah pernah ngerasain hidup dengan kepura-puraan" batin Heyla
Aland hanya menyimak penjelasan Heyla.
"Oh iya, lagian kalo orang mau benci kita atau tidak suka sama kita, itu hak mereka selama tidak merugikan kita seperti membahayakan kita misalnya. Sama hal nya ketika Lo suka sama seseorang Meksi orang itu gak menyukai Lo kembali. Itu hak dia mau suka dan mencintai Lo. Tapi mengenai membalas perasaan dia atau enggak itu hak Lo, ngerti kan?"
"Sebelum Lo jelasin gue udah paham" ucap Aland
Heyla tersenyum dan beranjak dari tempatnya,
"Rudy mana sih?" Ucap Heyla
"Paling langsung ke kantin"
"Yaudah ayok nyusul gue mau minta ikat rambut, panas"
"Nih" ucap Aland sambil memberikan Scrunschie berwarna hitam milik Heyla
"Lah kok bisa sama Lo sih?"
"Udah gak usah nanya, pake"
Heyla langsung mengambil scrunschie hitam nya dan mengikat rambutnya tak terlalu tinggi. Mereka berdua segera pergi dari sana menuju kantin sebelum jam istirahat selesai.
"Sondia!" Panggil Zuke saat baru saja memasuki ruang UKS bersama Ika
~Jangan lupa beri komentar dan follow Author nya yah ❤️~