Gua Hanzo.
Ini kisah mistis yang terjadi pada gua beberapa waktu yang lalu, yang tak pernah bisa gua lupakan sepanjang sejarah yang ada di indonesia ini.
Dan entah kenapa kisah mistis gua ini tidak masuk dalam buku sejarah.
Baiklah tanpa makan waktu yang lama, gua mau ceritain kisah ini.
Sebelum itu tutup kamar, kuci pintu jendela, dan sediakan selimut kasur untuk menikmati film kesukaan anda sekalian. hahahah, lanjut....
begini kisah cintanya, eh tunggu gua kan mau bahas kisah horor gua, kok malah kisah cinta.
Oke oke gini ceritanya. dan ini sudah gua alami 3 kali dengan kisah berbeda dan tempat berbeda namun yang paling menyeramkan ialah kisah ketiga yang paling tak terlupakan.
Di sebuah tempat di dekat sekolahan gua ada sebuah rumah yang sudah lama tidak berpenghuni, dan rumah itu di kabarkan sangat angker di sore hari.
Waktu itu gua pulang dari ektrakulikuler futsal, jam sudah menunjukkan jam 6 sore, hanya tinggal gua dan kedua teman gua.
Kami pulang dari tempat itu dan tanpa sadar kami melewati rumah tersebut dan bercerita hal berbau horor, namun satu hal yang membuat kami merinding.
Seperti ada yang mengawasi kami dari arah rumah tersebut, dan saat kami melihat ke araah tukang somay, kami mampir dulu beli somay karna aromanya menggugah selera.
Abis olahraga ya siapa sih yang gak lapar, heheheh.....
Namun kami melihat kerumah tersebut,
"Zo lu sadar gak sih seperti ada yang lihatin kita dari rumah itu" kata arwana berbicara sambil menunjuk arah yang memperhatikan kami.
"ia, gua juga merasa seperti itu" kata gua sambil ke arah rumah tersebut.
"oi sok berani lu Zo, maen acara ke sana pulak" kata pesut teman gua sambil menantang gua untuk ke sana
Gua jadi makin tertantang untuk masuk ke rumah tersebut, dan setelah sampai pintu rumah tersebut, gua teriakin mereka berdua.
"Kalau kalian dua berani ke sini, somay kalian gua yang bayar".
Wah mereka langsung berlari kearah gua untuk menerima tantangan gua. akhirnya kami masuk kerumah itu.
"Pesut, nyalain senter hp lu dong" gua menyuruh nya untuk menerangi ruangan rumah tersebut.
Setelah itu kami masuk dan semakin masuk ke rumah tersebut, setiap ruangan kami masuki hingga salah satu ruangan terakhir yang membuat kami semakin merinding dan gua sendiri seperti mati rasa, melihat sebuah bayangan putih yang berada tepat di atas kami.
Gua langsung lari dan meninggalkan mereka berdua, dan arwana teriak kencang manggil-manggil nama gua,
"masa bodo lu manggil gua, gua lari kabur aja" gua berteriak sambil lari sekuat tenaga meninggalkan mereka.
Keesokan harinya kami ketemu di sekolah,
"parah lu maen tinggalin aja" kata arwana sambil menghampiri gua,
"sorry, gua ketakutan lihat tuh bayangan" langsung gua sambut perkataan arwana.
"eh bukan itu maksud gua" saut arwana membalas perkataan gua,
"lalu apa yg lu maksud?" kata gua,
"maksud gua, parah lu ninggalin utang, tuh somay kagak lu bayar, janjinya mau bayarin somay" jawab arwana dengan nada kesel,
Somplak juga nih orang, gua kira bahas ninggalin mereka malah bahas somay pulak, lebih takut sama abang somay apa sama setan nih orang.
Jelang beberapa hari dari kisah mistis itu, terjadi lagi kisah mistis yang tak ada niat gua untuk datang atau hampiri tempat horor,
Gua baru pulang dari rumah pesut abis ngerjain tugas kelompok, begitu banyak hingga sampai magrib mengerjain tugas tersebut.
Setengah perjalanan telah gua lalui, gua berpikir lewat jalan pintas saja, pasti macet lewat jalan utama kalau jam segini.
Gua langsung mengarah ke jalan pintas, tanpa sadar gua melewati daerah pemakaman umum,
"sue gua lupa di sini kan daerah pemakaman" gua menahan diri dan berkata dalam hati.
Tidak berapa lama kemudian ada sebuah pohon beringin di depan gua di dekat pintu masuk pemakaman tersebut.
Gua penasaran buat melihat atas itu pohon, sebab gua pernah di bilang orang kalau magrib jangan pernah lihat atas pohon beringin, bahaya nanti lu malah lihat yang aneh kata oarang-orang.
Pas gua lihat ke atas tuh pohon beneran aja.
Ada banyak daun beringin hehehhe, maksud nya ada sebuah kuntilanak, langsung gua tancap gas dong, gua gas tuh kendaraan karna takunya.
Tapi yang aneh, gua kan gak pakai motor, gua naik angkot pulangnya. ngapain gua tancap gas ya? ada yang tau?
Hahahha.....
Oke kita lanjut, setelah gua lihat tuh kuntilanak gua baru percaya bahwa jangan lihat pohon beringin pada sore hari.
Entah kenapa kesialan gua gak berakhir di situ aja, pada malam hari ini kejadian di kosan gua. tempat tinggal pulak lagi, gak serem apa, coba lu bayangin.
Jangan deh di bayangin malah nanti lu bayangin mantan lu pulak kan gak enak sama si doi,
Hahaha.....
Pada malam itu keadaan listrik padam, waktu jam 12 malam, aduh makin serem pulak lagi, hari malam jumat pulak, katanya setan mulai keluyuran. kalau malam minggu mah gak masalah bisa gua ajak kencan tuh setan.
Gua pergi keluar mencari udara seger, karna panas akibat kipas tak bisa menyala.
Tiba di bawah, aku melihat cahaya merah dari kejauhan, namun aku tak bisa melihat secara detail itu cahaya apa, namun secara tidak langsung cahaya itu mendekat,
"aduh kenapa setan lagi setan lagi" dalam pikiran ku,
Mau bergerakpun susah kali untuk melangkahkan kaki ini, d**a mulai sesak dan badan mulai keringat dingin melihat cahaya merah itu mulai mendekat.
Pasrah rasanya dan gak bisa berbuat apa-apa, semakin dekat mendekat dan makin mendekat cahaya itu, lalu aku memberanikan diri dan mengeluarkan suara agar orang lain bisa mendengar apa yang terjadi dan bisa menolongku,
Dan akhirnya aku membulatkan tekatku
"bang, nasi gorengnya bang"
Aku berteriak memanggil abang nasi goreng yang mendorong gerobaknya dengan lampu petromak yang dari kejauhan terlihat hanya cahaya merah saja.
Soalnya lapar cuk, dari siang gak makan, apa lagi mati lampu gini, ya udah pesan nasi goreng aja, cuman itu yang buka jam segini.
Nanti kita lanjut lagi cerita horor gua nya ya...
Makan dulu bro......